Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 4 Mei 2022 | 18.25 WIB

Ma'amoul, Kue yang Wajib Ada di Beberapa Negara Arab Saat Idul Fitri

Photo - Image

Photo

JawaPos.com - Bagi sebagian orang, merayakan satu hari yang spesial tak lengkap rasanya tanpa hidangan tertentu. Termasuk saat merayakan Hari Raya Idul Fitri yang oleh masyarakat muslim di seluruh dunia, hari ini biasa ditandai dengan penganan-penganan khas yang wajib ada saat berkumpul bersama keluarga.

Macam-macam jenisnya, beda negara, beda daerah, beda budaya, beda juga kuliner khasnya. Di Indonesia misalnya, beragam suku dan budaya membuat di setiap daerah beda makanan khas untuk merayakan Idul Fitri, ada rendang, opor ayam, semur, lemang dan banyak lagi.

Begitu juga di daerah dan negara lainnya. Di negara-negara Arab juga demikian. Setiap Idul Fitri, ada salah satu penganan khas yang wajib ada. Kudapan manis, namanya ma'amoul, camilan yang wajib ada di beberapa negara Arab saat merayakan Idul Fitri.

Dilansir dari NPR, ma'amoul sendiri merupakan salah satu jenis kue semolina tradisional yang sering diisi dengan kurma atau campuran kacang. Banyak masyarakat muslim Arab menghabiskan seluruh minggu terakhir Ramadan untuk membuat hidangan ini.

"Ma'amoul adalah semacam tradisi bagi banyak orang Arab yang merayakan Idul Fitri," kata Reem Assil, koki Palestina-Suriah dari daerah Teluk San Francisco.

Seperti sudah disinggung di atas, ma'amoul sendiri terkenal di hari-hari besar di Timur Tengah dan disebut-sebut sebagai pengembangan dari kue Kahk khas Mesir, yang disusun-susun seperti bentuk piramida.

Ma'amoul merupakan kue dengan isian kurma atau kenari dengan kacang-kacangan dan lapisan luarnya ditaburi gula halus. Kue ini biasanya dibuat bersama keluarga. Maamoul, juga populer di Lebanon, Suriah, Yordania, Mesir dan Irak.

Sementara, dikutip dari Islamic Guardian, ma'amoul memiliki rasa manis yang meleleh di dalam mulut. Sebelum dipanggang, adonan diisi dengan pistachio yang disiram dengan air mawar, kenari yang dicampur dengan gula dan kayu manis, atau kurma yang telah digiling menjadi pasta dengan sedikit minyak atau mentega.

Masing-masing dari ketiga rasa itu kemudian ditempatkan ke dalam cetakan kayu khusus yang disebut qalab, atau dapat juga dibentuk dengan tangan menggunakan penjepit berduri yang disebut malqat.

Tak hanya bagi masyarakat muslim, ma'amoul juga digemari oleh masyarakat lintas agama dan menjadi simbol kerukunan umat beragama saat merayakan Hari Raya mereka masing-masing.

Setiap tahunnya, pada hari-hari menjelang Paskah dan Idul Fitri. Fitri, masyarakat Palestina dan seluruh Timur Tengah membuat maamoul, serta sepupunya yang lebih sederhana, ka'ak, biskuit bundar pipih yang terbuat dari adonan yang sama.

Editor: Banu Adikara
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore