
Rudal Korea Utara dilaporkan terbang selama 74 menit dan membuat rekor.
JawaPos.com - Dilansir dari Korean Central News Agency (KCNA) via Reuters, Korea Utara telah mengonfirmasi bahwa rudal yang ditembakkan pada Rabu (12/7) adalah Hwasong-18, rudal balistik antarbenua (ICBM) berbahan bakar padat jenis baru. Rudal itu terbang selama 74 menit dan merupakan waktu penerbangan terlama yang pernah dicatat oleh senjata apa pun yang diluncurkan oleh Pyongyang.
Peluncuran dilaporkan pada saat itu oleh militer Korea Selatan dan Jepang dan disebut sebagai peringatan bagi Amerika Serikat dan musuh lainnya.
Korea Utara hadir dalam pertemuan Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) tentang situasi di Semenanjung Korea untuk pertama kalinya dalam beberapa tahun pada Kamis (13/7). Korut mempertahankan uji coba rudal balistik terbarunya, yang dikutuk oleh mayoritas negara anggota PBB.
Kim Song selaku Duta Besar Korea Utara, menegaskan bahwa negaranya memiliki hak untuk membela diri terhadap apa yang dia gambarkan sebagai ancaman dan provokasi oleh Amerika Serikat dan sekutunya. "Peluncuran rudal tersebut merupakan pelaksanaan hak Korea Utara untuk membela diri untuk mencegah gerakan militer berbahaya oleh pasukan musuh," kata Song dikutip dari EFE, kantor berita internasional Spanyol.
Seperti biasa, mayoritas anggota Dewan Keamanan PBB mengutuk uji coba tersebut, yang dianggap melanggar resolusi badan itu sendiri. Sebagai anggota tetap, mereka memiliki hak veto, dan menyalahkan Amerika Serikat atas ketegangan di wilayah tersebut.
Duta Besar Amerika Serikat, Linda Thomas-Greenfield mengatakan Rusia dan RRC telah berulang kali mencegah Dewan Keamanan PBB mengambil tindakan substantif untuk menanggapi upaya Korea Utara untuk memperluas senjata pemusnah massal dan program rudal balistiknya, yang menurutnya tidak dapat diterima. Dia meminta semua anggota untuk bersatu mengutuk perilaku Pyongyang.
Namun, baik Moskow maupun Beijing sekali lagi mempertahankan sikap mereka. Dan, meski di masa lalu mereka mendukung sanksi terhadap Pyongyang, mereka memperjelas bahwa sekarang mereka tidak menganggap sanksi itu pantas dan bahwa mereka yakin Washington harus mengambil langkah pertama untuk mengurangi konflik.
KCNA via NHK World Japan mengatakan peluncuran hari Rabu adalah pembalasan atas peningkatan kerja sama keamanan antara Amerika Serikat, Korea Selatan, dan Jepang.
Uji coba rudal balistik antarbenua berbahan bakar padat Rabu (12/7) berlangsung di depan pemimpin negara, Kim Jong Un. "Serangkaian serangan militer yang lebih kuat akan diluncurkan sampai Washington dan Seoul mengakui 'kekalahan yang memalukan' dari keputusan bermusuhan mereka," kata Kim yang dikutip dari NHK World Japan.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
11 Kuliner Malam Surabaya Paling Enak dan Legendaris untuk Kamu yang Sering Lapar Tengah Malam
