Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 21 November 2023 | 13.55 WIB

Penyakit Rusa 'Zombie' Terkonfirmasi di Taman Nasional Yellowstone, Pemerintah Peringatkan untuk Menghindari Satwa Liar

Petugas menghimbau agar masyarakat tidak melakukan kontak dengan hewan di Taman Nasional Yellowstone. - Image

Petugas menghimbau agar masyarakat tidak melakukan kontak dengan hewan di Taman Nasional Yellowstone.

JawaPos.com - Petugas Taman Nasional Yellowstone, Amerika Serikat memperingatkan para wisatawan untuk menghindari satwa liar.

Hal ini dilakukan setelah seekor rusa 'zombie' ditemukan mati di dekat danau Yellowstone, titik rawan di dalam landmark alam yang banyak dikunjungi.

Rusa dewasa yang telah meninggal tersebut, dikatakan menderita penyakit wasting disease atau CWD.

Diketahui, penyakit wasting disease atau CWD menular dan fatal menginfeksi rusa, rusa kutub, elk, dan rusa besar, yang menyebabkan gejala-gejala seperti zombie.
 
Ciri-ciri dari rusa zombie ini berupa air liur yang keluar secara berlebihan, telinga yang terkulai, kepala bergetar, gigi bergemeretak, dan keengganan untuk bergerak.
 
Hingga saat ini, belum ada vaksin atau pengobatan yang diketahui untuk menyembuhkan penyakit tersebut.
 
Rusa tersebut, yang sebelumnya ditangkap dan diberi tag oleh Departemen Permainan dan Ikan negara bagian (WGFD) pada bulan Maret, menurut kalung GPS ia mati sekitar bulan Oktober.
 
 
Petugas mengumpulkan bangkai rusa untuk diuji di Laboratorium Kesehatan Satwa Liar, dimana sampel dinyatakan positif mengidap CWD.
 
Penyakit langka ini telah terdeteksi pada hewan yang hidup bebas dan dikurung di setidaknya 31 negara bagian Amerika Serikat, dua provinsi di Kanada, Korea Selatan, dan di Eropa, dimana penyakit ini sejauh ini berdampak pada rusa besar dan rusa kutub.
 
CWD telah menyebar di Wyoming, Amerika Serikat sejak tahun 80-an dan saat ini menginfeksi 10 hingga 15 persen rusa disana, tetapi belum pernah tercatat di taman nasional.
 
Hewan dapat tertular penyakit ini melalui kontak langsung dari hewan ke hewan, atau secara tidak langsung melalui kontak dengan lingkungan yang terinfeksi seperti kotoran, tanah, atau tumbuh-tumbuhan.
 
Diperlukan waktu lebih dari satu tahun bagi hewan untuk menunjukkan gejala, dan beberapa hewan dapat mati tanpa menunjukkan tanda-tanda penyakit tersebut.
 
"Efek jangka panjang CWD pada rusa, rusa besar dan rusa kutub di kawasan Yellowstone masih belum diketahui secara pasti," demikian pernyataan dari National Park Service.
 
Dikutip dari New York Post, namun para pejabat mencatat bahwa saat ini tidak ada bukti bahwa CWD dapat menginfeksi manusia atau spesies hewan domestik lainnya.
 
Para ahli memperingatkan bahwa daging yang terinfeksi tidak boleh masuk ke dalam rantai makanan. Para pemerintah berencana untuk meningkatkan upaya pengujian dan pemantauan.
 
***
Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore