Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 27 November 2023 | 16.30 WIB

Wabah Tikus Menyerang Australia, Jutaan Tikus Ditemukan Mati di Jalanan hingga Pantai

Gambar Tikus di Ting Sampah Jalanan Queensland / Sumber (News.com.au) - Image

Gambar Tikus di Ting Sampah Jalanan Queensland / Sumber (News.com.au)

JawaPos.com - Wabah tikus yang terjadi di Queensland, Australia dan menyebabkan banyak masalah bagi warga setempat.

Pasalnya, jutaan tikus yang ditemukan di kota tersebut, beberapa di antaranya ditemukan dalam keadaan sudah mati dan telah muncul di pantai-pantai kawasan pesisir di Australia utara.

Hal ini menyebabkan warga setempat merasa ngeri karena jutaan tikus tersebut meninggalkan bau busuk saat mereka mati dan membusuk di pantai.

Lonjakan populasi tikus di beberapa pantai sekitar Queensland disebabkan oleh mulainya musim hujan.

Terdapat dua faktor yang dapat menyebabkan jumlah tikus-tikus tersebut meningkat dan membuat penduduk di daerah tersebut waspada.

Faktor pertama yaitu mulainya musim hujan menjadi faktor yang kondusif bagi perkembangbiakan hewan pengerat tersebut.

Faktor kedua yaitu hasil panen yang lebih banyak akibat hujan akan menarik perhatian tikus saat mereka berhamburan ke wilayah pesisir untuk mencari makanan.

Dikutip dari News.com.au, para ahli mengatakan bahwa beberapa tikus tersebut tidak dapat bertahan hidup dan mati di jalanan, sehingga memicu wabah tikus di wilayah tersebut.

Saat ini, banyaknya tikus yang bertebaran di pantai membuat warga melakukan upaya pembersihan untuk menghilangkan bau yang menyebar di wilayah tersebut.

Kota-kota yang terkena dampak ancaman tikus termasuk kota-kota teluk Karumba dan Normanton di negara bagian Queensland.

Wabah ini juga berdampak pada hewan ternak di wilayah tersebut.

Para tikus tersebut membobol kandang yang diperuntukkan bagi hewan peliharaan.

Selain itu, mereka juga merusak perahu dan memutus kabel mobil sehingga menyulitkan kehidupan warga setempat.

Salah satu warga di Queensland berbicara mengenai tikus yang membuat bebek-bebek peliharaannya menjadi gila setelah tikus memasuki kandangnya dan mengambil telurnya.

Associate Professor Crowther mengatakan bahwa meskipun warga setempat dapat berjuang untuk mengusir tikus dari rumah mereka, tidak banyak yang bisa dilakukan untuk mengurangi jumlah tikus selain membiarkan alam berjalan sebagaimana mestinya.

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore