Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 21 Desember 2023 | 10.32 WIB

Pilu Anak-anak Gaza Alami Kelaparan karena Keterlambatan Distribusi Pangan, Tersisa Sekaleng Kacang Polong

Anak-anak Palestina sedang mengantre makanan dengan panci yang mereka bawa di tengah kekurangan persediaan makanan. - Image

Anak-anak Palestina sedang mengantre makanan dengan panci yang mereka bawa di tengah kekurangan persediaan makanan.

JawaPos.com - Anak-anak yang mengungsi ke Gaza selatan sangat mengalami kelaparan lantaran keterbatasan makanan. Makanan yang tersisa salah satunya adalah hanyalah sekaleng kacang polong.

Menjadi tunawisma akibat serangan militer Israel terhadap Hamas, seperti sebagian besar penduduk Gaza yang berjumlah 2,3 juta jiwa, dikutip dari Reuters seorang pengungsi bernama Tahany Nasr berada di kamp tenda di Rafah dengan fokus pada satu hal. Yakni bagaimana menemukan cukup makanan dan air agar semua orang dapat melewati hari berikutnya.

Dia mengatakan anak-anaknya mengalami penurunan berat badan dan sering pusing karena kurang makan. Kelaparan telah menjadi masalah paling mendesak yang dihadapi ratusan ribu warga Palestina di Gaza.

Truk bantuan hanya mampu membawa sebagian kecil dari apa yang dibutuhkan, dan distribusi yang tidak merata akibat kekacauan yang tengah terjadi.

Beberapa truk telah dihentikan dan dijarah oleh orang-orang yang sangat membutuhkan makanan, sementara sebagian besar wilayah yang hancur berada di luar jangkauan mereka karena akses jalan merupakan medan pertempuran yang aktif.

Bahkan di Rafah, yang merupakan tempat penyeberangan ke Mesir yang menjadi jalur masuknya truk-truk bantuan dan merupakan daerah di mana tentara Israel telah memerintahkan warga sipil untuk mencari perlindungan, kelangkaan makanan dan air bersih begitu parah sehingga menyebabkan orang-orang kehilangan berat badan dan jatuh sakit. .

"Kami mulai melihat orang-orang datang dalam keadaan kurus," kata Samia Abu Salah, seorang dokter layanan primer di Rafah.

Dia mengatakan penurunan berat badan dan anemia adalah hal biasa dan orang-orang sangat lemah dan mengalami dehidrasi sehingga lebih rentan terhadap infeksi dada dan penyakit kulit. Bayi dan anak-anak merupakan kelompok yang paling berisiko dan pertumbuhan mereka akan terpengaruh akibat keterbatasan pangan ini.

Editor: Edy Pramana
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore