Prototipe 1 jet tempur KF-21
JawaPos.com - Insinyur Indonesia tengah diselidiki atas dugaan pencurian teknologi terkait jet tempur KF-21 yang sedang dikembangkan di Korea Selatan. Insinyur itu dicurigai menyimpan data tersebut di USB.
Dikutip dari Yonhap, kemarin (3/2) sumber di Administrasi Program Akuisisi Pertahanan (DAPA) Korea Selatan mengatakan, para insinyur itu dikirim ke Korea Aerospace Industries (KAI) tempat KF-21 Boramae dibuat. Akan tetapi dalam perjalanannya, insinyur Indonesia tersebut diduga mencuri data dari jet tempur yang sedang dikembangkan itu.
’’Saat ini sedang dilakukan penyelidikan dugaan pencurian teknologi yang dilakukan oleh WNI,” ungkap pejabat DAPA tersebut. Selama proses penyelidikan itu, WNI dilarang meninggalkan Korea Selatan.
Indonesia memang negara mitra proyek pengembangan jet tempur KF-21. Namun, diketahui belum membayar lunas 20 persen biaya proyek sebesar 8,8 triliun won (setara Rp 103,8 triliun).
Indonesia diperkirakan telah membayar 278,3 miliar won untuk proyek tersebut sejauh ini dan tertinggal hampir 1 triliun won dalam pembayarannya. Hal itu kemudian menimbulkan pertanyaan mengenai komitmen Indonesia terhadap program yang diluncurkan pada 2015 tersebut.
Dikonfirmasi terpisah, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemenlu) Lalu Muhammad Iqbal menuturkan bahwa pemerintah Indonesia saat ini sedang mengumpulkan semua informasi mengenai tuduhan keterlibatan insinyur Indonesia di kasus tersebut.
”KBRI Seoul juga telah berkomunikasi langsung dengan insinyur Indonesia tersebut dan memastikan bahwa yang bersangkutan saat ini tidak ditahan,” ungkapnya. (mia/c6/tia)

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
