
Potret ribuan warga Gaza yang merayakan pengumuman gencatan senjata.
JawaPos.com – Setelah berlangsung selama 15 bulan, perang antara Israel dan Hamas akhirnya mencapai titik terang dengan tercapainya kesepakatan gencatan senjata.
Mediator internasional mengonfirmasi bahwa kedua pihak sepakat untuk menghentikan kekerasan di Gaza, dengan perjanjian tersebut dijadwalkan efektif pada hari Minggu (19/1/2025).
Perjanjian ini disambut dengan sukacita oleh rakyat Palestina di Gaza yang telah lama menantikan perdamaian.
Namun, meskipun gencatan senjata telah diumumkan, serangan militer Israel masih berlanjut. Sejak pengumuman perjanjian, sedikitnya 30 warga Palestina dilaporkan tewas akibat serangan yang terus berlangsung di Gaza. Hal ini menambah ketegangan di tengah harapan akan berakhirnya kekerasan.
Melansir Al Jazeera, Kamis (16/1/2025), Izzat al-Risheq, pejabat senior Hamas, menyatakan bahwa kesepakatan yang tercapai di Doha, Qatar, memenuhi seluruh tuntutan kelompok Palestina.
“Kesepakatan ini mencakup penarikan penuh pasukan Israel dari Gaza, mengembalikan pengungsi ke rumah mereka, dan penghentian perang secara permanen,” ujar al-Risheq.
Ia menegaskan, bahwa Hamas tetap berkomitmen pada gencatan senjata selama Israel memenuhi kondisi yang telah disepakati.
Di sisi lain, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyampaikan terima kasih kepada Presiden Amerika Serikat, Joe Biden, serta Presiden terpilih Donald Trump, atas peran mereka dalam memperlancar tercapainya kesepakatan ini.
Netanyahu juga mengungkapkan harapan agar kesepakatan ini dapat mengakhiri penderitaan puluhan sandera dan keluarga mereka yang terjebak dalam perang ini.
Sandera Israel Diharapkan Dibebaskan dalam Tiga Tahap
Perjanjian gencatan senjata ini juga mencakup pembebasan sandera Israel yang telah ditahan di Gaza. Pembebasan tersebut akan dilakukan dalam tiga tahap, sesuai dengan kesepakatan yang telah dicapai.
Meskipun ini memberi harapan besar bagi keluarga para sandera, mereka tetap merasakan kecemasan. Banyak yang khawatir tentang apakah kesepakatan ini akan benar-benar berjalan lancar, mengingat ketidakpastian yang masih menyelimuti prosesnya.
Ifat Kalderon, sepupu dari Ofer Kalderon yang merupakan salah satu sandera Israel, menyatakan bahwa meskipun dia merasa gembira, tapi ia juga merasa “sangat cemas” mengenai kelangsungan pembebasan tersebut. “Kami akan terus mengadakan protes setiap hari sampai semua sandera dibebaskan,” tegas Ifat.
Korban Terus Berjatuhan di Gaza
Sementara itu, serangan Israel di Gaza masih berlanjut. Militer Israel baru-baru ini menggempur sebuah blok apartemen yang merupakan milik keluarga Issa, warga Palestina, di kamp pengungsi Nuseirat, Gaza Tengah. Serangan tersebut mengakibatkan dua orang tewas.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Awas Macet! Besok Ribuan Buruh Demo May Day di Surabaya, Ini Jalan yang Perlu Dihindari
