Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 17 Maret 2025 | 21.08 WIB

Sempat Ditolak Rumah Sakit di Korea Selatan, Seorang Ibu Asal Vietnam Melahirkan di Dalam Ambulans

Mobil ambulans yang ada di Korea Selatan. (Yonhap) - Image

Mobil ambulans yang ada di Korea Selatan. (Yonhap)

JawaPos.com - Otoritas penyelamat Incheon menyatakan baru saja membantu seorang ibu hamil yang pingsan di bandara pada Senin (16/3). Ibu hamil itu dievakuasi ke ambulans menuju ke rumah sakit. Di perjalanan ibu hamil itu melahirkan di dalam ambulans. Diketahui, ibu hamil itu sempat ditolak oleh sejumlah rumah sakit di Korea Selatan.

Dilansir koreaherald.com, perempuan tersebut berkewarganeragaan Vietnam dan berusia sekitar 30-an tahun.

Menurut Dinas Pemadam Kebakaran Incheon, evakuasi itu berlangsung setelah ada laporan dari warga setempat bahwa ada seorang pingsan di Terminal 1 Bandara Internasional Incheon pada Minggu (16/3). Tepatnya sekitar pukul 12.20 siang waktu setempat.

Petugas penyelamat semula berupaya membawa korban ke Rumah Sakit Universitas Inha. Tetapi staf rumah sakit mengaku tidak bisa menerima pasien. Sementara ibu itu ditempatkan di unit gawat darurat (UGD) Rumah Sakit Universitas Inha. Ketika petugas mencari alternatif rumah sakit lain, sang ibu mengalami pecah ketuban dan melahirkan di dalam ambulans.

Akhirnya warga Vietnam itu melahirkan bayi laki-laki. Ketika bayi sudah lahir, sang ibu baru mendapat perawatan dari pihak RS.

Ada beberapa kasus sejak tahun lalu, di mana ambulans yang membawa pasien gawat darurat kesulitan menemukan rumah sakit, di tengah kekurangan staf secara nasional yang dipicu oleh pemogokan tenaga medis yang sedang berlangsung.

Data pada bulan Februari dari Badan Pemadam Kebakaran Nasional menunjukkan, bahwa ada 104 kasus di mana ambulans ditolak oleh rumah sakit yang mereka tuju selama liburan Tahun Baru Imlek tahun ini.

Jumlah kasus ini jauh lebih banyak, daripada 47 kasus pada musim liburan yang sama tahun lalu, atau 51 kasus pada periode yang sama pada tahun 2023 dan keduanya sebelum pemogokan tenaga medis.

Para dokter melakukan aksi mogok massal mulai 20 Februari 2024, untuk memprotes rencana pemerintah menaikkan kuota pendaftaran di sekolah kedokteran di Korea Selatan, sebanyak 2.000 kursi dalam satu tahun.

Pemerintah Korea Selatan pada awal bulan ini, mengumumkan bahwa mereka akan menarik kembali rencana kenaikan tersebut, dan mempertahankan jumlah pendaftaran saat ini di angka 3.058.

Tetapi hanya dengan syarat, bahwa semua mahasiswa kedokteran yang saat ini sedang cuti harus kembali ke studi mereka pada akhir Maret 2025.

Editor: Ilham Safutra
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore