Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 26 Mei 2026 | 16.39 WIB

Abu Janda Dilaporkan ke Polisi Oleh Ikatan Keluarga Minang Hari Ini, Buntut Sebut Sumbar 'Barbar' dan Intoleran

Pegiat media sosial Permadi Arya alias Abu Janda berjalan keluar usai diperiksa penyidik Dit Tipidsiber Bareskrim Polri, Mabes Polri, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (1/2/2021). Foto: Dery Ridwansah/ JawaPos.com - Image

Pegiat media sosial Permadi Arya alias Abu Janda berjalan keluar usai diperiksa penyidik Dit Tipidsiber Bareskrim Polri, Mabes Polri, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (1/2/2021). Foto: Dery Ridwansah/ JawaPos.com

JawaPos.com - Gerah dengan tudingan miring di media sosial, Ikatan Keluarga Minang (IKM) resmi mengambil langkah tegas. Hari ini, Selasa (26/5), IKM akan melaporkan pegiat media sosial Permadi Arya alias Abu Janda ke Mabes Polri.

Langkah hukum ini diambil buntut dari video viral Abu Janda yang menyebut wilayah Sumatera Barat (Sumbar) sebagai daerah intoleran hingga menggunakan kata "barbar".

Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Keluarga Minang (DPP IKM) Braditi Moulevey Rajo Mudo, membenarkan kabar tersebut. Pihaknya siap membawa kasus ini ke jalur hukum siang ini.

"Iya. Insya Allah nanti jam 1 siang di mabes Polri ya," ujar pria yang akrab disapa Levi tersebut saat dikonfirmasi JawaPos.com, Selasa (26/5).

Keputusan untuk mempolisikan Abu Janda diambil setelah pengurus IKM menggelar rapat intensif pada Senin (25/5) kemarin. Tim hukum IKM pun telah mengkaji seluruh pernyataan kontroversial tersebut sebelum membuat laporan resmi.

IKM Bantah Tudingan Kristen Fobia di Sumbar

Sebagai putra asli daerah, Levi menyayangkan ucapan Abu Janda yang dinilai provokatif dan tidak bijak. Menuduh masyarakat Sumbar anti-Kristen disebutnya sebagai sebuah kesalahan yang fatal.

"Saya fikir apa yang ia sampaikan tidak bijak dan kurang pantas, menyebut bahwa Sumbar itu kristen fobia atau tidak memiliki toleransi untuk umat non-muslim adalah sebuah kekeliruan besar," kata Levi.

Ia menegaskan, kerukunan umat beragama di Ranah Minang sudah mengakar kuat sejak lama. Baginya, menilai sebuah daerah secara sepihak tanpa riset hanya akan menciptakan stigma negatif yang keliru.

"Saya lahir dan besar di Padang. Saya sangat meyakini bahwa masyarakat kita memiliki budaya toleransi yang kuat," lanjutnya.

Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore