
Ilustrasi Bumi yang berputar lebih cepat dari biasanya. (dok Freepik)
JawaPos.com - Ilmuwan memprediksi bahwa rotasi Bumi akan mengalami percepatan ringan pada pertengahan tahun ini, membuat beberapa hari terasa lebih pendek dari biasanya, setidaknya dalam hitungan milidetik.
Fenomena ini dipantau oleh International Earth Rotation and Reference Systems Service (IERS) dan United States Naval Observatory, yang mengungkapkan bahwa 9 Juli 2025 akan menjadi salah satu hari terpendek dalam sejarah pengamatan modern, dengan durasi lebih singkat sekitar 1,30 milidetik dari panjang hari normal.
Percepatan rotasi juga diperkirakan terjadi kembali pada 22 Juli dan 5 Agustus, dengan masing-masing hari lebih pendek sebesar 1,38 milidetik dan 1,5 milidetik.
Meskipun terdengar sepele, fenomena ini menandai tren menarik yang terus dicermati ilmuwan sejak 2020, yakni bahwa Bumi tampaknya berputar semakin cepat dari tahun ke tahun.
Apa Penyebabnya?
Dilansir dari laporan The Guardian, para ahli meyakini bahwa posisi Bulan yang berada pada jarak terjauh dari khatulistiwa Bumi ikut memengaruhi percepatan rotasi. Ketika Bulan berada di titik ini, gaya pasang surutnya terhadap Bumi melemah, sehingga memungkinkan rotasi menjadi sedikit lebih cepat. Selain itu, perubahan distribusi massa dari atmosfer, lautan, hingga dinamika inti Bumi turut mempercepat putaran planet kita.
Menurut Live Science, faktor-faktor kecil seperti pergeseran arus laut dan mencairnya es di kutub juga dapat memengaruhi kecepatan rotasi, meski belum diketahui secara pasti sejauh mana kontribusinya terhadap fenomena ini.
Dampaknya bagi Manusia?
Secara umum, perubahan durasi harian sebesar satu hingga dua milidetik tidak akan dirasakan dalam aktivitas sehari-hari. Namun, bagi sistem teknologi presisi tinggi seperti GPS, navigasi satelit, hingga jaringan keuangan global, perubahan ini dapat menimbulkan kesalahan sinkronisasi jika tidak diperhitungkan.
Beberapa ilmuwan bahkan mulai membahas kemungkinan penerapan “negative leap second”, penyesuaian waktu yang mengurangi satu detik dari jam resmi dunia. Jika dilakukan, ini akan menjadi yang pertama dalam sejarah sistem waktu internasional.
Meskipun rotasi Bumi memang mengalami fluktuasi secara alami, percepatan yang konsisten dalam beberapa tahun terakhir memunculkan banyak pertanyaan. Apakah ini bagian dari siklus jangka panjang? Atau ada perubahan besar yang belum sepenuhnya dipahami oleh sains?
Yang jelas, para ilmuwan terus memantau fenomena ini dengan saksama. Setiap milidetik yang hilang mungkin terasa tak berarti bagi kita, namun bagi dunia sains, ini adalah isyarat bahwa planet tempat kita tinggal terus berubah, dalam cara yang mungkin tak kita sadari.

Kasus Hantavirus di Indonesia, Kemenkes: Saat ini Ada 2 Kasus Suspek di Jakarta dan Yogyakarta
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
Jadwal Persipura vs Adhyaksa FC Play-Off Promosi Super League, Siaran Langsung, dan Live Streaming
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Oleh-oleh Paling Ikonik dan Khas dari Kota Surabaya, Rasanya Autentik dan Tiada Duanya, Wajib Kamu Bawa Pulang!
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
