Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 22 Juli 2025 | 19.32 WIB

Penelitian Terbaru Ungkap Semakin Luas Penggunaan Pewarna Berbahaya pada Makanan di Amerika

Berbagai makanan kemasan dengan warna-warna cerah buatan, menggambarkan penggunaan luas pewarna sintetis. (Freepik) - Image

Berbagai makanan kemasan dengan warna-warna cerah buatan, menggambarkan penggunaan luas pewarna sintetis. (Freepik)

JawaPos.com - Pewarna cerah seperti merah dan kuning dalam makanan Amerika bukan sekadar estetika belaka. Pewarna tersebut berfungsi sebagai pendorong perilaku yang dirancang untuk membuat makanan ultra-proses tidak bisa ditolak. Sebuah studi menemukan bahwa satu di antara lima produk makanan dan minuman di Amerika Serikat mengandung pewarna sintetis.

Tingkat penggunaan pewarna ini bahkan lebih tinggi pada produk yang dipasarkan khusus untuk anak-anak. Melansir dari VegOutMag.com Selasa (22/7), penelitian yang dipimpin Dr. Elizabeth Dunford ini mengungkap fakta mengejutkan. Banyak produk dengan pewarna sintetis juga memiliki kandungan gula tinggi.

Berikut adalah tujuh poin penting terkait penggunaan pewarna sintetis dalam makanan:

  1. Pengguna Utama dan Kombinasi Berbahaya

Ferrero dan Mars sebagai produsen permen, serta PepsiCo sebagai raksasa minuman, termasuk pengguna pewarna sintetis yang sering. Banyak produk dengan pewarna ini juga tinggi gula, kombinasi yang berkaitan dengan hasil kesehatan buruk. Dr. Dunford mengungkapkan kekecewaannya atas prevalensi pewarna tersebut.

  • Tindakan Negara Lain dan Larangan FDA

  • Inggris telah membatasi aditif tertentu, sementara Uni Eropa mewajibkan label peringatan untuk beberapa pewarna. FDA baru-baru ini melarang Red No. 3 karena kaitannya dengan kanker pada tikus percobaan. Ini menunjukkan kepedulian global terhadap masalah ini.

  • Dampak pada Anak-anak dan Perdebatan Ilmiah

  • Yellow 5 dikaitkan dengan peningkatan iritabilitas serta kegelisahan pada anak-anak. Ini berpotensi memperburuk gejala ADHD yang sudah ada pada mereka. Para kritikus berpendapat kurangnya studi skala besar pada manusia tidak membenarkan penggunaan pewarna ini.

  • Tujuan Pewarna dan Panggilan untuk Penghapusan

  • Pewarna sintetis tidak memberikan manfaat nutrisi atau peningkatan rasa pada makanan. Mereka hanya bertujuan membuat makanan ultra-proses lebih menarik secara visual. Sekretaris Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan Robert F. Kennedy Jr. menyerukan penghapusan senyawa berbasis petroleum ini.

  • Janji Perusahaan dan Skeptisisme Ahli

  • Beberapa perusahaan besar seperti General Mills dan Kraft Heinz telah berjanji menghilangkan pewarna sintetis dari produk mereka. Namun, Dr. Thomas Galligan dari Center for Science in the Public Interest menyatakan skeptisisme. Banyak perusahaan sebelumnya gagal menepati janji serupa.

  • Manfaat Penghapusan dan Alternatif Alami

  • Penghapusan warna buatan dapat mengurangi daya tarik visual makanan ultra-proses. Ini membuat makanan utuh menjadi lebih menarik dan sehat. Warna alami dari buah dan sayuran menawarkan daya tarik visual plus nutrisi.

    Editor: Novia Tri Astuti
    Tags
    Jawa Pos
    JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
    Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
    Download Aplikasi JawaPos.com
    Download PlaystoreDownload Appstore