Ilustrasi kacamata inovatif Essilor Stellest, teknologi yang sebelumnya tersedia di Eropa dan Asia, kini resmi diluncurkan di Amerika Serikat (Dok. Fortune)
JawaPos.com - Dalam langkah penting bagi kesehatan mata anak, Food and Drug Administration (FDA) Amerika Serikat resmi menyetujui pemasaran lensa kacamata Essilor Stellest, yang dirancang khusus untuk memperlambat progresi rabun jauh (myopia) pada anak usia 6–12 tahun. Inovasi ini membuka kemungkinan intervensi proaktif terhadap kondisi yang selama ini dianggap tidak dapat dicegah.
Dilansir dari Fortune, Selasa (2/12/2025), kacamata Essilor Stellest tidak hanya memperbaiki penglihatan, tetapi juga berpotensi menahan laju perkembangan myopia. Teknologi ini sebelumnya telah digunakan di Eropa, Asia, dan beberapa wilayah lain, namun kini secara resmi memasuki pasar Amerika Serikat.
Myopia menyebabkan pengidap dapat melihat objek dekat dengan jelas, namun kesulitan melihat objek jauh yang tampak buram. Tren global menunjukkan peningkatan kasus myopia, bahkan di AS diperkirakan 30 hingga 40 persen anak akan mengalami kondisi ini saat lulus sekolah menengah.
Dr. Michael Repka, profesor dan dokter mata anak di Johns Hopkins School of Medicine, menegaskan, "Biasanya dokter hanya mengatakan bahwa anak perlu memakai kacamata dan akan hidup dengannya. Kondisi ini akan berlangsung seumur hidup dan kemungkinan akan semakin memburuk dalam beberapa tahun berikutnya."
Sebagai respons terhadap tantangan ini, Essilor Stellest memanfaatkan struktur optik dengan 11 cincin konsentris yang dilengkapi titik-titik kecil menonjol pada lensa. Susunan ini memfokuskan cahaya sehingga retina menerima citra yang diyakini mampu memperlambat pemanjangan bola mata, faktor utama memburuknya myopia.
Data perusahaan menunjukkan anak-anak yang mengenakan lensa ini mengalami penurunan hingga 71 persen dalam progresi myopia selama dua tahun, dengan pengurangan sekitar 53 persen dalam elongasi panjang bola mata dibanding lensa biasa.
Manfaat jangka panjang kacamata ini signifikan. Pemanjangan mata akibat myopia yang tidak dikendalikan meningkatkan risiko komplikasi serius seperti sobekan retina, katarak, glaukoma, atau detasemen retina.
Dr. Rupa Wong, dokter mata anak di Honolulu, menekankan, "Sekarang kita punya cara untuk memperlambat itu dan barangkali bisa mencegah anak memiliki mata sangat memanjang yang menempatkan mereka pada risiko kebutaan."
Seiring dengan manfaat medis yang signifikan, orang tua juga harus mempertimbangkan biaya yang diperlukan untuk membeli kacamata ini. Menurut laporan, Harga eceran kacamata dipatok sekitar USD 450 atau setara Rp 7,5 juta (kurs Rp 16.640 per dolar AS). Asuransi penglihatan utama di AS diperkirakan dapat menanggung biaya bagi anak yang memenuhi kriteria medis tertentu.
Sebelum Essilor Stellest, satu-satunya produk FDA untuk memperlambat myopia adalah lensa kontak harian MiSight, yang disetujui sejak 2019 untuk anak 8–12 tahun. Namun, banyak orang tua dan dokter cenderung memilih kacamata karena lensa kontak dianggap kurang ideal bagi anak yang lebih muda atau untuk penggunaan jangka panjang.
Meski hasil awal menjanjikan, beberapa dokter di AS termasuk Repka menekankan perlunya studi tambahan pada populasi Amerika. "Sebelum dipakai secara luas, kita akan membutuhkan beberapa data di Amerika Serikat," ujarnya, mengingat uji klinik awal dilakukan di Asia.
Persetujuan FDA untuk Essilor Stellest menandai terobosan global dalam penanganan epidemi myopia anak. Bagi orang tua, komunitas kesehatan mata, dan pembuat kebijakan, inovasi ini menawarkan fondasi baru untuk menjaga penglihatan generasi mendatang sekaligus mengubah lanskap kesehatan mata dunia.

Prediksi Bursa Taruhan Prancis vs Maroko di Piala Dunia 2026: Singa Atlas Bisa Paksa Les Blues Main Lebih dari 90 Menit
Sudah Terima Kompensasi Rp 5 Juta, Pengontrak di Surabaya Diberi Waktu 1 Bulan untuk Pindah
Prediksi Susunan Pemain Norwegia vs Inggris di Piala Dunia 2026: Lomba Sihir Erling Haaland dan Harry Kane ke Semifinal!
Prediksi Bursa Taruhan Spanyol vs Belgia di Piala Dunia 2026: La Roja Dijagokan Melaju ke Semifinal
Artis Arie Nugroho dan Windy Wulandari Berduka Yogi Rahmat Meninggal Dunia
Polisi Temukan Uang Rp60 Miliar di Cafe de Clan Jaksel, Diangkut Pakai 3 Mobil
Prediksi Skor Prancis vs Maroko di Perempat Final Piala Dunia 2026: Deja Vu atau Pembuktian Singa Atlas
Tak Singgung Pengunduran Diri, Ini 6 Poin Pernyataan Jampidsus Febrie Adriansyah Usai Rumahnya Digeledah Polisi
Prediksi Skor Prancis vs Maroko: Bandar Taruhan Klaim Les Bleus Menang 90 Menit, Opta Beri Peluang Pasti 60,9 Persen
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
