Jamie Dimon menegaskan perusahaan dan pemerintah tidak bisa
JawaPos.com - Percepatan adopsi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) secara global dinilai berpotensi melampaui kesiapan sosial dan ekonomi masyarakat dunia. Peringatan ini mengemuka di tengah euforia industri dan negara-negara besar yang berlomba mempercepat pemanfaatan AI sebagai mesin pertumbuhan baru ekonomi global.
Jamie Dimon, CEO JPMorgan Chase, menegaskan bahwa AI membawa manfaat luar biasa, mulai dari peningkatan produktivitas hingga terobosan di bidang kesehatan. Namun, dia menilai kecepatan penerapannya perlu dikendalikan agar tidak menimbulkan dampak sosial yang serius, terutama bagi kelompok pekerja yang terdampak langsung oleh otomatisasi.
Dilansir dari The Guardian, Jumat (23/1/2026), Dimon menilai kecerdasan buatan berpotensi melaju terlalu cepat bagi kesiapan masyarakat dan dapat memicu gejolak sipil apabila pemerintah serta dunia usaha tidak menyiapkan mekanisme perlindungan bagi tenaga kerja terdampak.
"Kecerdasan buatan mungkin bergerak terlalu cepat bagi masyarakat. Jika itu terjadi, pemerintah dan dunia usaha harus turun tangan bersama untuk melatih ulang tenaga kerja dan melakukan transisi secara bertahap," ujar Dimon.
Namun demikian, Dimon menegaskan bahwa perusahaan dan pemerintah tidak memiliki pilihan untuk mengabaikan kecerdasan buatan.
"Pesaing akan menggunakan teknologi ini, begitu pula negara-negara lainya," ujar Dimon. Dia menambahkan bahwa dalam lima tahun ke depan, JPMorgan Chase Kemungkinan akan beroperasi dengan jumlah karyawan yang lebih sedikit seiring penerapan kecerdasan buatan di berbagai lini bisnis.
Sebagai contoh konkret, Dimon menyoroti sektor transportasi Amerika Serikat yang berpotensi terdampak besar oleh kehadiran teknologi kendaraan tanpa pengemudi. Dia menyebut sekitar dua juta pengemudi truk komersial dapat kehilangan mata pencaharian apabila transisi dilakukan secara mendadak.
"Apakah langkah itu seharusnya dilakukan sekaligus? Jika dua juta orang tiba-tiba beralih dari pekerjaan sebagai pengemudi truk dengan penghasilan sekitar USD 150.000 per tahun ke pekerjaan lain yang mungkin hanya menghasilkan USD 25.000, jawabannya tidak. Kondisi seperti itu berisiko memicu gejolak sipil. Karena itu, penerapannya harus dilakukan secara bertahap," ujar Dimon.
Dimon juga menilai pemerintah daerah perlu menyiapkan program bantuan pendapatan, pelatihan ulang, relokasi, hingga pensiun dini.
"Jika langkah-langkah itu harus ditempuh demi menyelamatkan masyarakat, maka itulah yang perlu dilakukan. Pada akhirnya, masyarakat akan memperoleh manfaat yang jauh lebih besar, termasuk kemajuan besar di bidang kesehatan seperti potensi penyembuhan berbagai jenis kanker, dan pada tahap itu teknologi tidak mungkin lagi diperlambat," ujar Dimon.
Selain isu AI, Dimon turut menyentil dinamika geopolitik global, termasuk pendekatan keras Amerika Serikat terhadap Eropa dan NATO. Menurutnya, kepemimpinan Eropa harus tetap menjadi penentu utama arah kebijakan kawasan, bukan didikte sepenuhnya dari Washington.
Namun, di forum yang sama, CEO Nvidia Jensen Huang menyampaikan pandangan berbeda. Dia menilai ancaman utama bukanlah gelombang pemutusan hubungan kerja massal, melainkan kekurangan tenaga kerja.
"Energi menciptakan pekerjaan, industri chip menciptakan pekerjaan, lapisan infrastruktur menciptakan pekerjaan… pekerjaan, pekerjaan, pekerjaan," kata Huang.
Menurut Huang, pembangunan infrastruktur AI merupakan "pembangunan infrastruktur terbesar dalam sejarah manusia" yang akan menyerap tenaga kerja besar, termasuk teknisi jaringan, pekerja konstruksi, tukang listrik, hingga instalator pusat data.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Borneo FC vs Persija Jakarta: Macan Kemayoran Menang Tipis di Samarinda
Prediksi Skor Hoffenheim vs Borussia Dortmund di Liga Jerman: Kans Die Borussen Gondol 3 Poin
Prediksi Skor Bhayangkara FC vs Persebaya Surabaya: Green Force Diprediksi Menang Tipis di Lampung
Prediksi Skor Newcastle United vs Bournemouth di Liga Inggris: The Magpies Tak Ingin Malu di Kandang
Prediksi Skor Alaves vs Osasuna di Liga Spanyol: Duel Sengit Berpotensi Imbang di Mendizorrotza
Prediksi Skor Villarreal vs Deportivo La Coruna di Liga Spanyol: Kapal Selam Kuning Amankan 3 Poin!
Prediksi Skor Marseille vs Paris FC di Liga Prancis: Kans Les Phocéens Pesta Gol di Stade Velodrome
Prediksi Skor Werder Bremen vs RB Leipzig di Liga Jerman: Die Bullen Bisa Gondol 3 Poin
Prediksi Skor Parma vs Monza di Liga Italia: Duel Sengit Rawan Berakhir Imbang!
Prediksi Skor Java United FC vs Garudayaksa: Laskar Kepodang Emas Bisa Menang Tipis
