Mark Zuckerberg, CEO Meta Platforms, mengalihkan fokus strateginya ke pengembangan kacamata pintar berbasis kecerdasan buatan.
JawaPos.com — CEO Meta Platforms Mark Zuckerberg menegaskan keyakinannya bahwa kacamata pintar berbasis kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) akan menjadi perangkat komputasi utama di masa depan. Pernyataan ini mencerminkan perubahan arah strategis Meta setelah perusahaan tersebut secara bertahap mengurangi fokus pada metaverse dan mengalihkan investasinya ke perangkat wearable serta pengembangan model AI internal.
Pernyataan tersebut disampaikan Zuckerberg dalam paparan kinerja keuangan Meta kuartal IV 2025. Dalam forum itu, dia membandingkan momentum kacamata pintar saat ini dengan fase awal transformasi telepon seluler menuju ponsel pintar.
“Miliaran orang di dunia memakai kacamata atau lensa kontak untuk koreksi penglihatan. Saya melihat kita berada pada momen yang mirip dengan ketika ponsel pintar mulai hadir, saat jelas bahwa hanya soal waktu sebelum ponsel lipat digantikan sepenuhnya oleh smartphone,” ujar Zuckerberg, seperti dikutip TechCrunch, Jumat (30/1/2026).
Zuckerberg bahkan menilai perubahan tersebut sulit dihindari. “Dalam beberapa tahun ke depan, kacamata pintar berbasis kecerdasan buatan akan menjadi hal yang lazim,” ujarnya. Menurut Meta, penjualan kacamata pintar perusahaan itu meningkat tiga kali lipat dalam setahun terakhir, sebuah laju pertumbuhan yang oleh Zuckerberg disebut sebagai salah satu yang tercepat dalam sejarah elektronik konsumen.
Meski demikian, optimisme tersebut tidak sepenuhnya diterima tanpa kritik. Sejumlah pengamat mengingatkan bahwa Meta sebelumnya juga menempatkan metaverse sebagai masa depan interaksi digital, namun adopsinya belum sesuai ekspektasi. Visi bekerja dan bersosialisasi di dunia virtual belum menjadi kebiasaan arus utama, meskipun telah menyedot investasi besar dari perusahaan.
Namun, berbeda dengan metaverse, arah industri teknologi global saat ini menunjukkan sinyal yang lebih seragam. Sejumlah raksasa teknologi lain mulai mengalokasikan sumber daya ke pengembangan kacamata pintar dan perangkat wearable berbasis AI. Google, misalnya, dikabarkan menyiapkan lini kacamata pintar melalui kemitraan strategis dengan perusahaan optik, sementara Apple dilaporkan memindahkan sebagian timnya untuk mengembangkan kacamata pintar sebagai pelengkap ekosistem perangkatnya.
Selain itu, Snap juga mengumumkan restrukturisasi bisnis kacamata augmented reality (AR) miliknya agar lebih fokus secara operasional. Bahkan OpenAI, yang selama ini belum merilis perangkat keras, dilaporkan mengeksplorasi bentuk wearable berbasis AI, meski bukan dalam format kacamata. Konstelasi ini menunjukkan bahwa arah industri tidak lagi bertumpu pada realitas virtual, melainkan pada integrasi AI ke perangkat sehari-hari.
Di antara para pesaingnya, Meta saat ini termasuk yang paling agresif mendorong produk ke pasar. Perusahaan tersebut telah meluncurkan beberapa model kacamata pintar, termasuk varian yang dirancang khusus untuk aktivitas olahraga. Pendekatan ini dinilai lebih realistis karena menawarkan kegunaan langsung, seperti pengambilan gambar, navigasi, dan asisten berbasis suara.
Di internal Meta, perubahan ini juga berdampak pada penataan ulang prioritas investasi. Divisi Reality Labs, yang sebelumnya menjadi tulang punggung ambisi metaverse, kini lebih difokuskan pada pengembangan perangkat keras pintar dan teknologi AI. Meski divisi tersebut mencatat kerugian besar pada 2025, Zuckerberg menilai investasi itu sebagai fondasi jangka panjang.
Bagi Zuckerberg, kacamata pintar bukan sekadar aksesori teknologi, melainkan platform komputasi generasi berikutnya. Jika ponsel pintar merevolusi cara manusia berinteraksi dengan informasi melalui layar sentuh, kacamata pintar berbasis AI diyakini mampu menghadirkan interaksi yang lebih natural melalui pengenalan visual dan suara secara real time.
Dengan demikian, pertaruhan Meta pada kacamata pintar AI tidak sekadar soal produk baru, melainkan upaya membaca ulang arah masa depan teknologi global. Di tengah persaingan raksasa teknologi dunia, pernyataan Zuckerberg menegaskan bahwa babak berikutnya dalam evolusi komputasi pribadi sedang diperebutkan—dan kali ini, kemungkinan besar tidak lagi berada di genggaman tangan, melainkan di depan mata.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Ketua Komisi II DPR Usulkan Gaji PNS lewat Koperasi Hanya untuk Pegawai Pusat
Tak Hanya Bupati Klaten, KPK Juga Tangkap Kepala BPK Perwakilan Jawa Tengah
Prediksi Skor Estudiantes vs Flamengo: Panas Menuju Final Copa Libertadores
Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Levante: Granotes Paksa Tuan Rumah Berbagi Poin
Menkop Pastikan Gaji PNS Lewat Koperasi Mulai Tahun Ini, Tak Perlu Tunggu 2027
Prediksi Skor Garudayaksa FC vs Arema FC: Singo Edan Kembali ke Jalur Kemenangan
Prediksi Skor Frankfurt vs FC Koln di Bundesliga: Lini Pertahanan Rapuh Jadi Ancaman Tuan Rumah
KPK Terima Pengembalian Uang Rp 800 Juta dari Hercules Berkaitan Kasus Suap HGB Summarecon
Prediksi Skor Le Mans vs Toulouse: Duel Seru Tim Papan Bawah Demi Lolos Zona Degradasi
Prediksi Skor Garudayaksa vs Arema FC: Produktivitas Singo Edan Jadi Ancaman Bagi Tuan Rumah

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022