Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 6 Maret 2026 | 01.25 WIB

Dubes Iran Sebut Selat Hormuz Tidak Ditutup, Hanya Perlu Ikuti Protokol Keamanan untuk Bisa Melintas

Ilustrasi Selat Hormuz, salah satu jalur perdagangan minyak utama dunia. Penutupan Selat Hormuz diperkirakan bakal mengerek harga minyak dunia, dan berimbas ke harga BBM di Indonesia. (Google Maps) - Image

Ilustrasi Selat Hormuz, salah satu jalur perdagangan minyak utama dunia. Penutupan Selat Hormuz diperkirakan bakal mengerek harga minyak dunia, dan berimbas ke harga BBM di Indonesia. (Google Maps)

JawaPos.com - Kabar penutupan Selat Hormuz pasca serangan Israel dan Amerika Serikat (AS) ke Iran menjadi perhatian dunia. Di sisi lain, Duta Besar (Dubes) Republik Islam Iran untuk Indonesia Mohammad Boroujerdi menyatakan bahwa negaranya tidak pernah menutup selat yang menjadi jalur vital distribusi energi dunia tersebut.

”Selat Hormuz tidak ditutup, Selat Hormuz tetap terbuka dan kami hanya sebagai pihak yang menyelenggarakan keamanan di selat ini, hanya memberlakukan protokol lalu lintas yang khusus untuk saat-saat perang,” kata dia saat diwawancarai oleh awak media di Jakarta pada Kamis (5/3).

Menurut Boroujerdi, setiap kapal yang memenuhi protokol keamanan yang diterapkan oleh Iran bisa melintasi Selat Hormuz dengan mudah. Otoritas Iran tidak akan melarang kapal itu. Sebab, Iran memang hanya memastikan keamanan pelayaran di selat tersebut.

”Pihak-pihak yang memang mematuhi protokol tersebut bisa dengan mudah melewati Selat Hormuz. Dan Selat Hormuz adalah tempat dimana Iran menyebarluaskan keamanan di sana sejak ratusan tahun yang lalu. Dan kami sampaikan, keamanan di Selat Hormuz untuk semua negara,” tegasnya.

Dubes Boroujerdi tidak menampik bahwa Iran juga membutuhkan Selat Hormuz. Menurut dia, pihak-pihak yang merasa khawatir terhadap penutupan Selat Hormuz bisa menanyakan itu kepada Amerika Serikat (AS). Di tengah jaminan keamanan dari Iran, lanjut dia, AS datang dan menimbulkan gangguan di selat tersebutl.

”Yang khawatir berkaitan dengan penutupan Selat Hormuz, harus menanyakan kepada Amerika Serikat yang datang dari jauh sekali ke kawasan Timur Tengah, kemudian mengganggu keamanan di Selat Hormuz,” ucap dia.

Sebelumnya, Boroujerdi juga menepis tudingan yang menyatakan Iran tengah membangun senjata nuklir di bawah kendali Ayatollah Ali Khamenei. Menurut dia, Khamenei adalah pemimpin Iran yang menerbitkan fatwa haram terkait dengan senjata nuklir. Sehingga tidak mungkin tokoh revolusi Iran itu memberikan restu atas pengembangan senjata nuklir seperti ditudingkan oleh Israel dan AS.

”Para musuh membunuh pemimpin agung kami dengan tuduhan sedang mencoba untuk membangun senjata nuklir. Itu terjadi pada saat beliau telah memiliki fatwa bahwa berbagai produk penyimpanan, produksi, maupun penggunaan senjata nuklir haram fatwanya,” jelasnya.

Menurut Boroujerdi, Israel dan Amerika hanya mencari dalih dan mencari-cari alasan untuk pembenaran atas serangan yang mereka lakukan kepada Iran. Atas serangan itu, dia menyatakan bahwa seluruh musuh Islam pada akhirnya akan kalah. Iran yang telah kehilangan Khamenei menegaskan akan menuntut balas kepada Israel dan Amerika.

”Kita semua harus yakin bahwa para musuh Islam, para musuh kita semua, pada akhirnya akan kalah. Dan kita pasti akan melakukan balas dendam terhadap pembunuhan Pemimpin Agung kami. Kita semua harus yakin bahwa kemenangan adalah milik kita,” ujarnya.

Editor: Sabik Aji Taufan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore