
Ledakan dan kobaran api terlihat setelah militer Israel menyerang sejumlah kompleks penyimpanan bahan bakar di Teheran, Iran, Sabtu (7/3). (The New York Times)
JawaPos.com-Menteri Pertahanan Amerika Serikat Pete Hegseth mengatakan operasi militer terhadap Iran masih jauh dari selesai dan memperingatkan bahwa gerakan itu baru saja dimulai karena AS dan Israel akan terus melanjutkan serangan hingga pekan kedua.
Dalam sebuah wawancara, yang ditayangkan Minggu (8/3) di 60 Minutes CBS News, Hegseth mengatakan kemampuan Iran untuk memproyeksikan kekuatan di kawasan itu terus melemah.
"(Kekuatan Iran) Menipis dan akan semakin tipis. Sekali lagi, yang ingin saya sampaikan kepada pemirsa Anda adalah ini baru permulaan," kata Hegseth.
Menurut Pentagon, lebih dari 50 ribu tentara AS terlibat dalam "Operasi Epic Fury", di mana militer AS telah menyerang sekitar 3.000 target di Iran hingga Jumat (6/3).
Hegseth mengatakan bahwa operasi militer AS itu berjalan sesuai rencana dan menolak anggapan bahwa operasi tersebut hampir selesai. "Kami sangat sesuai rencana," katanya.
Dia juga menambahkan bahwa AS dan Israel memiliki kemampuan militer yang "luar biasa" dibandingkan dengan Iran. "Jika kami (AS) menggabungkan angkatan udara kami dengan angkatan udara Angkatan Pertahanan Israel, maka mereka adalah dua angkatan udara terkuat di dunia," ucapnya.
Hegseth pun mengulangi tuntutan Presiden AS Donald Trump agar Iran "menyerah tanpa syarat", dengan mengatakan bahwa tujuannya adalah untuk membuat pasukan Iran tidak mampu melanjutkan pertempuran. "Artinya, kami berjuang untuk menang. Artinya, kami menetapkan syaratnya. Kami akan tahu kapan mereka tidak mampu lagi bertempur," ujarnya.
Pernyataan tersebut muncul di tengah meningkatnya ketegangan konflik regional akibat serangan AS-Israel terhadap Iran, serta serangan balasan di kawasan Timur Tengah.
Menurut Departemen Pertahanan AS, yang dikenal sebagai Pentagon, AS siap untuk melanjutkan operasi militer itu selama diperlukan untuk mencapai tujuannya. Hegseth juga memperingatkan bahwa akan ada korban jiwa seiring berlanjutnya perang. "Presiden (Trump) benar ketika mengatakan akan ada korban jiwa, akan ada lebih banyak korban jiwa," katanya.
Menurut Hegseth, kerugian tersebut akan memperkuat tekad dan kepercayaan AS bahwa itu adalah pertempuran yang akan diperjuangkan hingga akhir. (*)
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Swiss vs Slovenia di Liga Nations UEFA: La Nati Menang Besar di Thermoplan Arena
Prediksi Skor Islandia vs Bulgaria di Liga Nations UEFA: Strákarnir okkar Tundukkan Tim Tamu
Injury Time Timnas Indonesia vs Bangladesh Jadi 7 Menit, John Herdman Beri Penjelasan
Prediksi Skor Belarus vs San Marino di Liga Nations UEFA: Belyya Kryly Pesta Gol
Prediksi Skor Polandia vs Rumania di Liga Nations UEFA: Biało-czerwoni Berburu Kemenangan
Prediksi Skor Vietnam vs Pakistan di FIFA ASEAN Cup: Golden Star Warriors Lumat Habis Shaheens
Prediksi Skor Kroasia vs Inggris di Liga Nations UEFA: The Three Lions Redam Tuan Rumah
Prediksi Finlandia vs Albania di UEFA Nations League: Duel Ketat Dua Tim Belum Kebobolan
Prediksi Susunan Pemain Spanyol vs Ceko: De la Fuente dan Denia seperti Bermain Catur
Alyssa Daguise Sedih Wajah Baby Soso Terekspos ke Publik

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022