
Presiden AS Donald Trump. (REUTERS/David Becker/Files)
JawaPos.com - Keputusan Amerika Serikat (AS) melancarkan serangan militer ke Iran bersama sekutunya Israel ternyata berawal dari diskusi informal di meja makan, yang melibatkan lingkaran terdekat Presiden AS, termasuk menantunya sendiri, Jared Kushner.
Hal itu diungkapkan langsung oleh Presiden AS Donald Trump saat menjelaskan alasan di balik operasi militer terhadap Iran. Trump menyebut keputusan tersebut diambil setelah menerima berbagai laporan intelijen dari para pejabat kunci pemerintahannya, yang kemudian dibahas dalam percakapan santai namun krusial.
Selain Kushner, diskusi tersebut juga melibatkan Menteri Pertahanan Pete Hegseth, Menteri Luar Negeri Marco Rubio, serta utusan khusus Timur Tengah Steve Witkoff.
Menurut Trump, informasi yang ia terima menunjukkan kemungkinan Iran tengah menyiapkan serangan terhadap Amerika Serikat. Karena itu, ia merasa perlu mengambil langkah militer lebih dulu.
“Jika kami tidak melakukan ini pada saat itu, saya pikir mereka sudah berniat menyerang kami,” kata Trump kepada wartawan sebagaimana dikutip dari Guardian.
Alasan Perang Masih Diperdebatkan
Meski demikian, pemerintahan Trump masih menghadapi kritik karena dinilai belum memberikan alasan yang konsisten terkait perang dengan Iran. Berbagai penjelasan yang disampaikan kepada publik dan Kongres berubah-ubah, mulai dari ancaman program nuklir hingga tujuan perubahan rezim di Teheran.
Situasi semakin memanas setelah serangan udara AS dan Israel di Teheran menewaskan pemimpin tertinggi Iran sebelumnya, Ali Khamenei. Posisi tersebut kemudian diisi oleh putranya, Mojtaba Khamenei.
Trump sendiri tidak memberikan jawaban tegas ketika ditanya apakah pemimpin baru Iran itu menjadi target berikutnya. Ia bahkan secara terbuka meragukan kepemimpinan Mojtaba Khamenei.
Sebelumnya Trump pernah menyebutnya sebagai sosok yang 'ringan' secara politik dan menilai penunjukannya sebagai pemimpin tertinggi Iran merupakan sebuah kesalahan.
“Saya tidak tahu apakah itu akan bertahan lama,” kata Trump dalam wawancara dengan NBC News.
Seruan untuk Rakyat Iran
Sejak awal konflik, Trump juga mendorong masyarakat Iran untuk memanfaatkan situasi tersebut sebagai momentum perubahan politik di negara mereka. Ia menyerukan agar rakyat Iran berani mengambil kembali kendali atas negaranya di tengah meningkatnya tekanan internasional dan serangan militer yang dipimpin oleh United States bersama Israel.
Dalam kesempatan lain, Trump juga mengenang pertemuannya dengan keluarga prajurit AS yang tewas dalam konflik tersebut saat menghadiri upacara pemulangan jenazah militer di Pangkalan Udara Dover.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Bali United FC vs Sabah FC di Dewata Challenge Series 2026: Serdadu Tridatu Berpesta!
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kasus Penjahit Rasis Bali Kembali Diperbincangkan, Diduga Ada Intimidasi Saat Audiensi
Prediksi Skor Sabah FC vs Persib Bandung: Pangeran Biru Bidik Puncak Dewata Challenge Series 2026
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Sakit Hati, Alasan Eks Karyawan Bongkar Aib Richard Lee Suka 'Jajan Cewek'
15 Kata Cristiano Ronaldo ke Lionel Messi Setelah sang Ayah Meninggal Dunia
Biaya Nany Widjaja untuk Lobi Pembelian Tanah Rp 50 M, Harga Tanah Hanya Rp 30 M
Bentrokan di USS Abraham Lincoln: 7 Prajurit Dilaporkan Tewas di Tengah Perang dengan Iran
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
