
Ilustrasi Selat Hormuz. Iran dikabarkan akan izinkan kapal melintas Selat Hormuz jika transaksi minyak dibayar dengan yuan, berpotensi mengguncang dominasi dolar AS. (Better World Campaign)
JawaPos.com - Sejumlah laporan media internasional menyebut Iran tengah mempertimbangkan kebijakan baru yang dapat mengubah dinamika perdagangan energi global.
Teheran dikabarkan akan mengizinkan sejumlah kapal tanker melintasi Selat Hormuz dengan syarat transaksi minyak atau gas dilakukan menggunakan mata uang yuan Tiongkok (CNY).
Seorang pejabat senior Iran mengatakan kepada CNN bahwa pemerintah sedang menyusun kebijakan baru terkait lalu lintas kapal tanker di jalur energi strategis tersebut. Salah satu opsi yang dibahas adalah memberikan akses terbatas bagi kapal yang muatannya diperdagangkan menggunakan yuan, bukan dolar AS.
Kebijakan ini disebut sebagai bagian dari upaya Iran untuk mengatur kembali arus kapal di Selat Hormuz, jalur sempit yang menghubungkan Teluk Persia dengan pasar energi global.
Jika benar diterapkan, langkah tersebut berpotensi menjadi perubahan besar dalam sistem perdagangan energi internasional yang selama puluhan tahun didominasi oleh dolar AS.
Selat Hormuz sendiri diketahui merupakan salah satu jalur energi paling penting di dunia. Sekitar 20% pasokan minyak dan gas alam cair (LNG) global biasanya melewati jalur ini.
Namun sejak konflik regional yang meletus pada 28 Februari, kawasan tersebut berubah menjadi zona berisiko tinggi bagi pelayaran internasional.
Sedikitnya 16 kapal komersial dilaporkan terkena serangan atau insiden di sekitar Selat Hormuz dan Teluk Persia. Insiden tersebut melibatkan tanker minyak, kapal curah hingga kapal kontainer, yang memicu evakuasi awak kapal serta penghentian operasi di beberapa pelabuhan kawasan.
Situasi ini membuat perusahaan asuransi dan operator pelayaran meninjau ulang perjalanan melalui jalur tersebut. Pasukan Garda Revolusi Iran bahkan memperingatkan bahwa kapal yang melintas di Selat Hormuz dapat menjadi target serangan, memperkuat kekhawatiran bahwa jalur tersebut kini menjadi alat tekanan geopolitik.
Meski demikian, seperti diberitakan sebelumnya, di tengah ketegangan tersebut, ekspor minyak Iran ternyata tetap berjalan.

Prediksi Skor Kolombia vs Ghana di Piala Dunia 2026: Misi Los Cafeteros Lolos 16 Besar, Siap Kirim Pulang Wakil Afrika
Prediksi Skor Australia vs Mesir di 32 Besar Piala Dunia 2026: The Pharaohs Menang Tipis Lewat Duel Sengit
Prediksi Skor Swiss vs Aljazair di Piala Dunia 2026: Granit Xhaka Cs Siap Libas El Khadra Demi Tiket 16 Besar
Prediksi Skor Spanyol vs Austria di Piala Dunia 2026: Lamine Yamal Jadi Pembeda
Prediksi Skor Portugal vs Kroasia di 32 Besar Piala Dunia 2026: Joao Felix Pede Singkirkan Skuad Vatreni!
Brasil vs Norwegia: Memori 1994 dan 1998, Misi Balas Dendam Generasi Emas Erling Haaland di Piala Dunia 2026
Penjelasan Gol Offside Kroasia ke Gawang Portugal! Keputusan Kontroversial di 32 Besar Piala Dunia 2026
Prediksi Skor Spanyol vs Austria: Bursa Taruhan Jagokan La Roja, Opta Klaim Peluang Menang 70,6 Persen
Kemenhub Ungkap Kronologi Putus Kontak Pesawat PK-RCY di Balinggama Papua, Pilot Dilaporkan Meninggal Dunia
Prediksi Skor Portugal vs Kroasia di Piala Dunia 2026: Misi Berat Cristiano Ronaldo Cs Lolos ke 16 Besar
