
Ilustrasi sejumlah titik di negara teluk menjadi sasaran drone Iran. (BBC).
JawaPos.com - Serangan beruntun yang dilancarkan Iran ke Uni Emirat Arab (UEA) kembali mengguncang sektor energi dan transportasi kawasan Teluk. Salah satu fasilitas penyimpanan minyak terbesar di dunia di Fujairah dilaporkan sempat menghentikan operasional setelah diserang drone, memicu kekhawatiran terhadap stabilitas pasokan energi global.
Insiden terbaru terjadi pada Senin (17/3) waktu setempat ketika serangan drone memicu kebakaran di dekat Bandara Internasional Dubai. Otoritas setempat menyebut kejadian tersebut sebagai 'insiden terkait drone' yang menyebabkan penerbangan sempat ditangguhkan.
Sejumlah penerbangan mengalami penundaan bahkan pembatalan, menambah tekanan terhadap citra Dubai sebagai pusat transportasi global yang aman.
Pada saat yang sama, serangan drone juga menghantam pelabuhan dan kawasan industri strategis di Fujairah. Kebakaran dilaporkan terjadi di fasilitas penyimpanan minyak, memaksa penghentian sementara aktivitas pemuatan minyak sambil dilakukan penilaian kerusakan.
Kementerian Pertahanan UEA mengungkapkan bahwa sistem pertahanan udara mereka berhasil mencegat enam rudal balistik dan 21 drone dalam satu hari. Secara keseluruhan, Iran disebut telah meluncurkan lebih dari 1.900 rudal dan drone ke wilayah UEA sejak pecahnya konflik yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran.
Selain menyerang infrastruktur energi dan transportasi, sebuah serangan roket juga menewaskan seorang warga Palestina di wilayah Al Bahia, pinggiran Abu Dhabi.
Fujairah sendiri memiliki posisi strategis karena berada di Teluk Oman, memungkinkan kapal tanker menghindari Selat Hormuz yang rawan konflik. Editor CEO Middle East yang berbasis di Dubai, Justin Harper, menegaskan pentingnya lokasi tersebut dalam menjaga arus pasokan energi global.
“Jika ketegangan dengan Iran mengganggu jalur utama seperti Selat Hormuz, UEA masih bisa mengekspor minyak melalui Fujairah lewat jaringan pipa dari ladang minyak di Abu Dhabi,” ujarnya.
Sementara itu, analis minyak dari Kpler, Matt Stanley, menilai serangan terhadap fasilitas di Fujairah menunjukkan kerentanan infrastruktur energi di kawasan Teluk.
“Serangan ke tanker penyimpanan dan fasilitas minyak di Fujairah menunjukkan kerentanan infrastruktur Teluk. Iran ingin mengganggu aliran energi,” kata Stanley.
Ia juga menambahkan bahwa Fujairah memiliki peran vital sebagai jalur distribusi energi menuju Asia, termasuk India, Singapura, dan Tiongkok. Lokasinya yang strategis menjadikannya titik penting dalam rantai pasok global.
Meski dihantam serangan, pelaku bisnis di Dubai dinilai tetap tangguh. Harper menyebut aktivitas ekonomi masih berjalan, dengan pusat perbelanjaan tetap ramai dan restoran menawarkan berbagai promosi untuk menarik pengunjung.
Sebelumnya, Menteri Negara UEA, Lana Nusseibeh, menegaskan negaranya akan mampu bangkit dari tekanan konflik. Dalam wawancara dengan BBC, ia menyatakan ekonomi UEA tetap 'tangguh' dan siap menghadapi situasi yang berkembang.
Rangkaian serangan ini menandai eskalasi signifikan dalam konflik kawasan, sekaligus memperlihatkan dampak langsung terhadap infrastruktur vital yang berperan penting dalam menjaga stabilitas energi global.
