Logo JawaPos
Author avatar - Image
18 Maret 2026, 07.03 WIB

Google Hentikan Fitur 'What People Suggest', AI Pencarian yang Mengumpulkan Saran Medis Pengguna Amatir

Ilustrasi seorang pengguna saat melakukan pencarian informasi kesehatan melalui mesin pencari Google di perangkat digital (The Guardian) - Image

Ilustrasi seorang pengguna saat melakukan pencarian informasi kesehatan melalui mesin pencari Google di perangkat digital (The Guardian)

JawaPos.com - Google menghentikan fitur kecerdasan buatan (AI) pada mesin pencarinya yang sebelumnya menampilkan rangkuman saran kesehatan dari pengguna internet. Fitur bernama 'What People Suggest' itu dirancang untuk mengolah pengalaman pribadi para pengguna mengenai kondisi medis tertentu dan menyajikannya sebagai ringkasan informasi yang mudah dipahami bagi pencari informasi kesehatan.

Fitur tersebut pada awalnya dipromosikan sebagai bagian dari upaya Google memperluas pemanfaatan AI dalam layanan pencarian kesehatan. Melalui teknologi AI, perusahaan berupaya merangkum berbagai diskusi daring dari orang-orang yang memiliki pengalaman medis serupa, sehingga pengguna dapat melihat perspektif komunitas mengenai cara menghadapi kondisi kesehatan tertentu.

Namun, dilansir dari The Guardian, Selasa (17/3/2026), Google kini telah menghapus fitur tersebut setelah sebelumnya sempat diluncurkan secara terbatas pada perangkat seluler di Amerika Serikat. Tiga sumber yang mengetahui keputusan tersebut menyebutkan bahwa fitur itu telah dihentikan dari sistem pencarian Google.

Seorang juru bicara Google mengonfirmasi keputusan tersebut dan menegaskan bahwa penghentian fitur itu bukan berkaitan dengan persoalan keamanan atau kualitas. Dia menyatakan, "'What People Suggest' telah dihentikan sebagai bagian dari penyederhanaan yang lebih luas pada halaman hasil pencarian, dan tidak ada hubungannya dengan kualitas atau keamanan fitur tersebut."

Meski demikian, langkah ini muncul di tengah meningkatnya perhatian publik terhadap penggunaan AI dalam penyajian informasi kesehatan. Investigasi The Guardian pada Januari lalu menemukan bahwa ringkasan AI dalam fitur AI Overviews milik Google berpotensi menampilkan informasi medis yang salah atau menyesatkan bagi pengguna.

Ringkasan AI tersebut muncul di bagian teratas hasil pencarian dan ditampilkan kepada sekitar 2 miliar pengguna setiap bulan di situs web Google, salah satu platform paling banyak diakses di dunia. Kondisi ini memicu kekhawatiran di kalangan pakar kesehatan mengenai potensi risiko jika pengguna mengandalkan informasi medis yang tidak sepenuhnya diverifikasi oleh tenaga profesional.

Pada tahap awal, Google mencoba meredam kekhawatiran tersebut dengan menegaskan bahwa ringkasan AI tetap mengarahkan pengguna kepada sumber tepercaya serta menyarankan pencari informasi untuk berkonsultasi dengan ahli kesehatan.

Perusahaan juga menegaskan, "Kami berinvestasi secara signifikan dalam kualitas AI Overviews, terutama untuk topik seperti kesehatan, dan sebagian besar memberikan informasi yang akurat."

Namun hanya beberapa hari setelah laporan investigatif tersebut dipublikasikan, Google mulai menghapus ringkasan AI untuk sebagian pertanyaan medis tertentu. Langkah ini dipandang sebagai respons awal terhadap kritik dari kalangan dokter dan organisasi kesehatan mengenai potensi dampak informasi medis yang tidak akurat.

Kritik juga datang dari organisasi kesehatan di Inggris. Direktur komunikasi British Liver Trust, Vanessa Hebditch, menyambut langkah tersebut, tetapi menilai persoalan yang dihadapi lebih luas dari sekadar satu fitur.

Dia mengatakan, "Ini kabar baik, tetapi kekhawatiran terbesar kami adalah Google hanya menonaktifkan satu hasil pencarian tanpa benar-benar menangani persoalan yang lebih besar mengenai AI Overviews untuk kesehatan."

Sebelumnya, Google justru mempromosikan fitur 'What People Suggest' sebagai inovasi dalam pencarian kesehatan. Dalam tulisan blog saat acara kesehatan Google bertajuk 'The Check Up' di New York tahun lalu, Kepala Petugas Kesehatan Google saat itu, Karen DeSalvo, menjelaskan alasan peluncuran fitur tersebut.

Dia menjelaskan, "Walaupun orang menggunakan mesin pencari untuk menemukan informasi medis yang andal dari para ahli, mereka juga menghargai mendengar pengalaman orang lain yang menghadapi kondisi serupa."

DeSalvo menambahkan, "Dengan menggunakan AI, kami dapat mengorganisasi berbagai perspektif dari diskusi daring menjadi tema yang mudah dipahami sehingga pengguna dapat dengan cepat mengetahui apa yang dikatakan orang lain."

Editor: Candra Mega Sari
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore