Logo JawaPos
Author avatar - Image
20 Maret 2026, 18.18 WIB

F-35 AS Rusak Usai Misi di Iran? Untuk Pertama Kalinya Jet Siluman Diduga Kena Serangan Musuh

Pesawat Jet F-35. (sumber foto twitter @xnewamonitor ) - Image

Pesawat Jet F-35. (sumber foto twitter @xnewamonitor )

JawaPos.com - Sebuah jet tempur siluman F-35 milik Amerika Serikat (AS) terpaksa melakukan pendaratan darurat di pangkalan udara kawasan Timur Tengah, usai menjalankan misi tempur di wilayah Iran.

Insiden ini memicu spekulasi besar, termasuk dugaan bahwa pesawat canggih tersebut berhasil ditembak oleh sistem pertahanan Iran, sebuah klaim yang, jika terbukti, akan menjadi catatan sejarah baru.

Pejabat militer Amerika Serikat mengonfirmasi bahwa pesawat tersebut mendarat dengan selamat pada Kamis waktu setempat. Juru bicara Komando Pusat AS (CENTCOM), Kapten Tim Hawkins, menyatakan bahwa pilot dalam kondisi stabil dan insiden tersebut kini masih dalam tahap investigasi.

“Kami mengetahui laporan bahwa sebuah pesawat F-35 AS melakukan pendaratan darurat di pangkalan udara regional setelah menjalankan misi tempur di atas Iran. Pesawat mendarat dengan aman dan pilot dalam kondisi stabil. Insiden ini sedang diselidiki,” ujar Hawkins dalam pernyataan resminya.

Namun, laporan dari CNN yang mengutip dua sumber anonim menyebutkan bahwa jet tempur bernilai hingga 100 juta dolar AS itu kemungkinan besar terkena tembakan dari Iran. Meski demikian, pihak militer AS belum mengonfirmasi penyebab pasti pendaratan darurat tersebut.

Di sisi lain, Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengklaim telah menargetkan sebuah pesawat militer Amerika. Klaim ini semakin memperkuat spekulasi bahwa F-35, yang selama ini dikenal nyaris tak tersentuh oleh sistem pertahanan musuh, mungkin telah berhasil dilumpuhkan, setidaknya sebagian.

Mengutip Al-Jazeera, sejak mulai digunakan dalam operasi tempur pada 2018, belum pernah ada kasus terkonfirmasi di mana F-35 terkena tembakan langsung dari pihak lawan. Jika dugaan ini terbukti, maka insiden tersebut berpotensi menjadi titik balik dalam peta kekuatan udara global.

Konflik antara AS dan Iran sendiri terus memanas sejak pecah pada 28 Februari lalu. Dalam periode tersebut, Amerika dilaporkan telah kehilangan sekitar 12 drone MQ-9 Reaper.

Selain itu, lima pesawat pengisian bahan bakar KC-135 juga dilaporkan mengalami kerusakan akibat serangan rudal Iran di pangkalan di Arab Saudi, meski informasi ini belum diverifikasi secara independen.

Insiden lain yang tak kalah mengejutkan terjadi pada 1 Maret, ketika tiga jet tempur F-15E Strike Eagle milik AS justru ditembak jatuh dalam insiden salah tembak oleh pesawat F/A-18 milik Kuwait. Seluruh enam awak berhasil menyelamatkan diri.

Dari sisi korban, setidaknya 13 personel militer AS dilaporkan tewas dan sekitar 200 lainnya luka-luka dalam operasi melawan Iran. Sementara itu, otoritas kesehatan Iran mencatat korban jiwa mencapai 1.444 orang dengan lebih dari 18 ribu lainnya mengalami luka-luka sejak konflik dimulai.

Meski menghadapi berbagai kerugian, Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth menegaskan bahwa tujuan perang negaranya tidak berubah. Ia menyebut misi utama tetap fokus pada penghancuran peluncur rudal Iran, melemahkan industri pertahanan serta angkatan lautnya, dan mencegah Iran memperoleh senjata nuklir.

“Tujuan kami, sebagaimana diarahkan langsung oleh presiden dengan prinsip America First, tetap sama seperti hari pertama,” kata Hegseth.

Presiden Donald Trump juga menyatakan bahwa dirinya belum berencana mengirim tambahan pasukan ke kawasan, meski tidak menutup kemungkinan langkah tersebut di masa depan.

Editor: Kuswandi
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore