Logo JawaPos
Author avatar - Image
23 Maret 2026, 04.47 WIB

Tensi Makin Tinggi, Negara Teluk Siap Balas Iran Jika Serangan Tak Dihentikan

Ilustrasi serangan Iran ke negara-negara UEA sebabkan beberapa korban jiwa. (ArmenPress) - Image

Ilustrasi serangan Iran ke negara-negara UEA sebabkan beberapa korban jiwa. (ArmenPress)

JawaPos.com–Ketegangan di Timur Tengah kian terasa. Negara-negara Teluk memperingatkan bahwa mereka bisa mengambil tindakan langsung terhadap Iran jika konflik yang sedang berlangsung terus bereskalasi dan mengancam stabilitas kawasan.

Peringatan keras ini disampaikan Menteri Luar Negeri Turki Hakan Fidan usai melakukan kunjungan diplomatik ke sejumlah negara Teluk. Termasuk Arab Saudi, Qatar, dan Uni Emirat Arab.

Berbicara di Ankara pada Sabtu (21/3), Fidan mengungkapkan, para pejabat kawasan yang ditemui menilai konflik berpotensi berlangsung setidaknya dua hingga tiga minggu ke depan, dengan tingkat risiko yang terus meningkat.

”Negara-negara Teluk sejak awal menegaskan tidak akan mengizinkan wilayah udara atau pangkalan mereka digunakan untuk menyerang Iran, dan tidak ingin menjadi pihak dalam perang ini,” ujar Fidan.

Namun di sisi lain, mereka juga menuding Iran telah menargetkan bukan hanya instalasi militer, tetapi juga infrastruktur sipil dan aset ekonomi, sebuah langkah yang dinilai dapat memicu respons lebih keras dari kawasan.

Risiko Perang Meluas

Fidan memperingatkan bahwa arah konflik bisa semakin berbahaya. Terutama dengan munculnya perbedaan sikap antara Amerika Serikat dan Israel.

”Israel akan mencoba memengaruhi AS dan berupaya mencegah gencatan senjata atau perdamaian dalam waktu dekat,” kata Hakan Fidan.

”Ada penilaian yang berkembang bahwa posisi awal AS dan Israel mulai berbeda. Ini bisa membuat perang berlangsung lebih lama,” imbuh dia.

Menurut Hakan Fidan, peluang negosiasi saat pertempuran masih berlangsung sangat kecil. Namun, dia membuka kemungkinan adanya gencatan senjata jangka pendek sebagai jalan masuk menuju perundingan, meski tetap berisiko kembali pecahnya konflik.

Mengutip TRT World, Fidan juga menilai Israel berpotensi memperpanjang perang demi memberikan tekanan lebih besar kepada Iran. Dia menegaskan, hambatan utama bukan ketiadaan rencana damai, melainkan minimnya kemauan politik untuk mencapainya.

Sementara dalam upaya meredam krisis, pertemuan regional digelar di Riyadh pada 19 Maret, mempertemukan negara-negara yang terdampak langsung maupun tidak langsung oleh konflik.

”Pertemuan ini bertujuan menyatukan penilaian negara-negara kawasan dan mencari titik temu,” jelas Fidan.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore