Logo JawaPos
Author avatar - Image
24 Maret 2026, 22.16 WIB

WSJ Ungkap Jeff Bezos Siapkan Dana Rp 1.696 Triliun untuk Akuisisi Manufaktur Global dan Percepat Revolusi AI Industri

Pendiri Amazon, Jeff Bezos, berbicara dalam sesi utama Italian Tech Week 2025 di Turin, Italia, 3 Oktober 2025 (Reuters) - Image

Pendiri Amazon, Jeff Bezos, berbicara dalam sesi utama Italian Tech Week 2025 di Turin, Italia, 3 Oktober 2025 (Reuters)

JawaPos.com - Jeff Bezos kembali mengirim sinyal strategis ke panggung ekonomi global. Pendiri Amazon itu dilaporkan tengah menjajaki pembentukan dana investasi bernilai 100 miliar dolar AS atau sekitar Rp 1.696 triliun (kurs Rp16.960 per dolar AS), dengan fokus pada akuisisi dan transformasi sektor manufaktur berbasis kecerdasan buatan (AI).

Langkah Bezos ini menandai pergeseran dari ekspansi teknologi digital menuju penetrasi langsung ke sektor industri fisik. Bezos tidak hanya membidik kepemilikan aset manufaktur, tetapi juga mengarahkan integrasi AI untuk mempercepat otomatisasi di sektor strategis seperti semikonduktor, pertahanan, dan dirgantara.

Dilansir dari Reuters, Selasa (24/3/2026), laporan The Wall Street Journal menyebut bahwa Bezos "sedang dalam tahap awal pembicaraan untuk mengumpulkan dana sebesar 100 miliar dolar AS guna mengakuisisi perusahaan manufaktur dan menggunakan AI untuk mendorong serta mempercepat otomatisasi." Inisiatif ini disebut masih dalam tahap awal, namun telah melibatkan sejumlah investor institusional global.

Selanjutnya, laporan mengungkap bahwa Bezos telah menjalin komunikasi dengan sejumlah pengelola aset terbesar dunia guna mengamankan komitmen pendanaan. Bahkan, dia dilaporkan melakukan perjalanan ke kawasan Timur Tengah dalam beberapa bulan terakhir untuk bertemu dengan perwakilan dana kekayaan negara (sovereign wealth fund) di kawasan tersebut, mencerminkan dimensi geopolitik dalam strategi pendanaan proyek ini.

Dalam dokumen kepada investor yang dikutip The Wall Street Journal, inisiatif ini diposisikan sebagai upaya transformasi sektor manufaktur secara menyeluruh. Artinya, proyek ini tidak hanya berfokus pada akuisisi perusahaan, tetapi juga pada pembenahan mendasar proses produksi melalui penerapan AI.

Di sisi lain, langkah ini berkaitan erat dengan inisiatif AI Bezos sebelumnya. The New York Times melaporkan bahwa dia akan menjabat sebagai salah satu pimpinan (co-CEO) dalam perusahaan rintisan Project Prometheus, yang berfokus pada pengembangan AI untuk rekayasa industri, mencakup komputer, otomotif, hingga wahana antariksa.

Lebih lanjut, menurut The Wall Street Journal, Project Prometheus juga tengah menjajaki pendanaan hingga 6 miliar dolar AS atau sekitar Rp 101,76 triliun. Bahkan, laporan Financial Times pada Februari menyebut perusahaan telah berhasil menghimpun sekitar 6,2 miliar dolar AS atau setara Rp 105,15 triliun pada akhir tahun lalu.

Penguatan struktur kepemimpinan juga menjadi bagian dari strategi. David Limp, CEO Blue Origin, perusahaan antariksa milik Bezos ditunjuk sebagai anggota dewan direksi Project Prometheus. Penunjukan ini memperkuat keterkaitan antara pengembangan teknologi ruang angkasa dan transformasi manufaktur berbasis AI.

Namun demikian, hingga kini Bezos belum memberikan pernyataan resmi. Reuters mencatat bahwa dia "tidak dapat segera dihubungi untuk memberikan komentar," sementara para pendiri Project Prometheus, Sherjil Ozair dan William Guss, juga belum merespons permintaan konfirmasi yang diajukan.

Pada akhirnya, langkah ini menegaskan pergeseran arah kompetisi global: dari sekadar penguasaan teknologi digital menuju pengendalian industri fisik berbasis AI. Jika terealisasi, manuver Bezos berpotensi membentuk ulang rantai pasok global sekaligus mempercepat transformasi manufaktur dalam skala besar.

Editor: Candra Mega Sari
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore