
Presiden Amerika Serikat Donald Trump saat memantau jalannya Operation Epic Fury di Mar-a-Lago, Palm Beach, Florida, 28 Februari. Foto: (NBC News)
JawaPos.com — Sejak pecahnya konflik Iran pada 28 Februari, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menerima pembaruan harian berupa video montase berdurasi sekitar dua menit yang menampilkan serangan paling signifikan dan dinilai berhasil terhadap target Iran dalam 48 jam terakhir.
Namun, format briefing yang terkurasi ini memicu kekhawatiran di kalangan sekutu politiknya bahwa presiden mungkin tidak memperoleh gambaran utuh mengenai dinamika perang.
Dilansir dari NBC News, Kamis (26/3), tiga pejabat aktif dan satu mantan pejabat AS mengungkapkan bahwa video tersebut disusun oleh pejabat militer dan berisi kompilasi serangan Komando Pusat AS terhadap fasilitas serta peralatan militer Iran. Salah satu pejabat menggambarkan isi video tersebut sebagai rangkaian cuplikan visual serangan dan ledakan yang dramatis, atau dalam istilahnya, “stuff blowing up,” yang menonjolkan keberhasilan operasi militer AS.
Meski demikian, video montase itu bukan satu-satunya sumber informasi bagi Trump. Dia juga menerima pembaruan melalui percakapan dengan penasihat militer dan intelijen, pemimpin asing, serta laporan media. Bahkan, menurut pejabat, Trump secara rutin menerima briefing keamanan nasional hingga 10–15 kali per minggu dari pejabat intelijen, termasuk Direktur CIA John Ratcliffe.
Namun, sejumlah pejabat menilai bahwa materi briefing yang disajikan cenderung menekankan keberhasilan militer AS, dengan porsi lebih kecil pada aksi atau respons Iran. “Kami tidak bisa menyampaikan setiap detail yang terjadi,” ujar seorang pejabat, menegaskan bahwa ratusan serangan berlangsung setiap hari sehingga tidak semuanya dapat dilaporkan.
Kondisi ini turut memengaruhi persepsi Trump terhadap pemberitaan media. Berdasarkan keterangan pejabat, ia kerap mempertanyakan mengapa media tidak menyoroti keberhasilan yang ia lihat dalam video briefing, bahkan menuduh sejumlah laporan sebagai menyesatkan dan menginginkan AS “kalah dalam perang.”
Gedung Putih membantah anggapan bahwa presiden tidak menerima informasi lengkap. Juru bicara Karoline Leavitt menyatakan, “Itu adalah klaim yang sepenuhnya salah… Presiden secara aktif meminta pandangan dari semua pihak dan mengharapkan kejujuran penuh dari para penasihatnya.” Sementara itu, juru bicara Pentagon Sean Parnell menegaskan bahwa operasi militer “Operation Epic Fury” berjalan sukses dengan “presisi tak tertandingi” dan telah mencapai seluruh target yang ditetapkan.
Meski demikian, beberapa insiden menyoroti potensi celah informasi. Salah satunya ketika lima pesawat pengisian bahan bakar Angkatan Udara AS dilaporkan terkena serangan Iran di Pangkalan Udara Prince Sultan, Arab Saudi. Seorang pejabat menyebut Trump tidak menerima briefing awal terkait insiden tersebut dan justru mengetahuinya melalui laporan media.
Di sisi lain, Trump juga diketahui aktif mencari informasi secara mandiri. Ia mengaku sempat menghubungi seorang jenderal setelah melihat video kapal induk USS Abraham Lincoln terbakar, yang kemudian disebut sebagai hasil rekayasa kecerdasan buatan. “Saya menelepon jenderal… dia mengatakan itu tidak terbakar. Tidak ada peluru yang ditembakkan,” ujar Trump.
Sementara itu, di tengah dinamika informasi yang ia terima, data jajak pendapat NBC News menunjukkan opini publik terbelah tajam. Mayoritas pemilih menilai negatif penanganan perang oleh Trump. Namun, di kalangan pendukung gerakan Make America Great Again (MAGA), dukungan tetap solid: responden memberikan tingkat persetujuan 100 persen, dengan 90 persen mendukung aksi militer terhadap Iran.

Prediksi Skor Kolombia vs Ghana di Piala Dunia 2026: Misi Los Cafeteros Lolos 16 Besar, Siap Kirim Pulang Wakil Afrika
Prediksi Skor Australia vs Mesir di 32 Besar Piala Dunia 2026: The Pharaohs Menang Tipis Lewat Duel Sengit
Prediksi Skor Swiss vs Aljazair di Piala Dunia 2026: Granit Xhaka Cs Siap Libas El Khadra Demi Tiket 16 Besar
Prediksi Skor Spanyol vs Austria di Piala Dunia 2026: Lamine Yamal Jadi Pembeda
Prediksi Skor Portugal vs Kroasia di 32 Besar Piala Dunia 2026: Joao Felix Pede Singkirkan Skuad Vatreni!
Brasil vs Norwegia: Memori 1994 dan 1998, Misi Balas Dendam Generasi Emas Erling Haaland di Piala Dunia 2026
Penjelasan Gol Offside Kroasia ke Gawang Portugal! Keputusan Kontroversial di 32 Besar Piala Dunia 2026
Prediksi Skor Spanyol vs Austria: Bursa Taruhan Jagokan La Roja, Opta Klaim Peluang Menang 70,6 Persen
Kemenhub Ungkap Kronologi Putus Kontak Pesawat PK-RCY di Balinggama Papua, Pilot Dilaporkan Meninggal Dunia
Prediksi Skor Portugal vs Kroasia di Piala Dunia 2026: Misi Berat Cristiano Ronaldo Cs Lolos ke 16 Besar
