
Ilustrasi Iran kembali luncurkan serangan rudal terbaru. (Euronews).
JawaPos.com - Iran menolak klaim Presiden Donald Trump yang mengatakan bahwa Amerika Serikat sedang bernegosiasi untuk mengakhiri perang di Timur Tengah. Iran menegaskan bahwa AS sejatinya sedang bernegosiasi dengan dirinya sendiri.
Penolakan negosiasi oleh komando gabungan Angkatan Bersenjata Iran, yang didominasi oleh Garda Revolusi elit garis keras, terjadi di tengah laporan bahwa AS telah mengirimkan rencana 15 poin untuk didiskusikan ke Teheran.
"Apakah tingkat pergumulan batin Anda telah mencapai tahap di mana Anda (Trump) bernegosiasi dengan diri sendiri?,” kata juru bicara utama komando militer gabungan Iran, Ebrahim Zolfaqari, di televisi pemerintah Iran seperti dilansir dari Reuters, Rabu (25/3).
"Orang-orang seperti kami tidak akan pernah bisa akur dengan orang-orang seperti Anda. Seperti yang selalu kami katakan, tidak ada orang seperti kami yang akan membuat kesepakatan dengan Anda. Tidak sekarang. Tidak pernah,” imbuhnya.
Iran sebelumnya memang telah menegaskan bahwa mereka tidak dapat bernegosiasi dengan AS. Sebab, negeri Paman Sam telah menyerang negara itu dua kali selama negosiasi tingkat tinggi dalam dua tahun terakhir.
Di sisi lain, serangan udara dari Iran dan Israel tidak berhenti hingga Rabu (25/3) hari ini. Bahkan, konflik ini telah memicu guncangan energi terburuk dalam sejarah dan memicu kekhawatiran inflasi global.
Pasukan Pertahanan Israel mengatakan dalam sebuah unggahan Telegram bahwa mereka telah melancarkan gelombang serangan yang menargetkan infrastruktur di seluruh Teheran.
Kantor berita semi-resmi Iran, SNN News Agency, mengatakan serangan itu menghantam daerah pemukiman di kota tersebut.
Kuwait dan Arab Saudi sendiri mengatakan mereka telah menangkis serangan drone baru, tanpa menyebutkan dari mana serangan itu berasal. Drone menargetkan tangki bahan bakar di Bandara Internasional Kuwait, menyebabkan kebakaran tetapi tidak ada korban jiwa.
Sementara itu, Garda Revolusi Iran mengatakan telah melancarkan gelombang serangan baru terhadap lokasi di Israel termasuk Tel Aviv dan Kiryat Shmona, serta pangkalan AS di Kuwait, Yordania, dan Bahrain.
