
Scott Bessent menegaskan keyakinannya terhadap prospek jangka panjang ekonomi AS dan pasar energi global. (The Business Times)
JawaPos.com — Pemerintahan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dilaporkan mulai mengkaji dampak ekstrem apabila harga minyak mentah melonjak hingga 200 dolar AS per barel atau sekitar Rp 3,4 juta (dengan kurs Rp 16.980 per dolar AS). Hal ini mencerminkan kewaspadaan tinggi terhadap eskalasi konflik Iran yang berpotensi mengguncang stabilitas ekonomi global.
Seiring meningkatnya ketegangan geopolitik, harga minyak telah melonjak signifikan sejak serangan Amerika Serikat dan Israel ke Iran pada 28 Februari. West Texas Intermediate (WTI) naik sekitar 30 persen ke level 91 dolar AS per barel (sekitar Rp 1,82 juta), sementara Brent melonjak hampir 40 persen hingga mencapai kisaran 102 dolar AS per barel (sekitar Rp 2,04 juta).
Melansir Bloomberg, Jumat (27/3/2026), pejabat senior di pemerintahan Trump tengah melakukan pemodelan untuk mengukur dampak lonjakan harga minyak terhadap pertumbuhan ekonomi. Kajian ini disebut sebagai bagian dari evaluasi rutin dalam situasi krisis, bukan prediksi resmi.
Langkah tersebut bertujuan memastikan kesiapan pemerintah menghadapi berbagai kemungkinan, termasuk konflik berkepanjangan di Timur Tengah. “Pemodelan ini bertujuan memastikan pemerintah siap menghadapi segala kemungkinan,” ujar sumber yang mengetahui pembahasan tersebut, seperti dikutip Bloomberg.
Bantahan Gedung Putih dan Kekhawatiran Internal
Namun, Gedung Putih membantah laporan bahwa mereka secara spesifik mengkaji skenario harga 200 dolar AS per barel. Juru bicara Gedung Putih, Kush Desai, menegaskan, “Meskipun pemerintah selalu mengevaluasi berbagai skenario harga dan dampak ekonomi, para pejabat tidak sedang mengkaji kemungkinan minyak mencapai USD 200 per barel.”
Ia juga menambahkan bahwa Menteri Keuangan Scott Bessent tidak “khawatir terhadap gangguan jangka pendek dari Operasi Epic Fury” dan tetap percaya pada arah jangka panjang ekonomi AS.
Meski bantahan disampaikan, laporan sebelumnya menunjukkan adanya kekhawatiran internal. Bahkan sebelum konflik pecah, Bessent telah menyoroti potensi dampak kenaikan harga energi terhadap pertumbuhan ekonomi.
Dalam beberapa pekan terakhir, pejabat senior juga disebut telah memperingatkan Gedung Putih mengenai volatilitas harga minyak dan bensin.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Valencia vs Real Betis di Liga Spanyol: Tuan Rumah Kesulitan Menang!
Robot Humanoid Tiongkok Kalahkan Rekor Lari Usain Bolt, Lalu Terbakar
Prediksi Skor Bodo/Glimt vs NEC Nijmegen di Kualifikasi Liga Champions: Tuan Rumah Menang!
Prediksi Skor LASK Linz vs Celtic di Kualifikasi Liga Champions: Kans Berakhir Imbang!
Prediksi Skor Sabah vs Hapoel Be'er Sheva di Kualifikasi Liga Champions 2026/2027
Prediksi Skor Rapid Vienna vs Hearts: Tuan Rumah Terancam Tumbang di Liga Konferensi Eropa
Prediksi Skor Viking FK vs Dinamo Zagreb: Purgeri Diprediksi Menang Tipis di Norwegia!
Prediksi Skor AEK Athens vs Levski Sofia di Kualifikasi Liga Champions 2026/2027: Tuan Rumah Menang!
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
