Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 7 April 2026 | 21.26 WIB

Ingris Tak Izinkan Amerika Serikat Serang Infrastruktur Iran dari Pangkalannya

Di tengah konflik Iran vs AS - Israel, sebanyak 7 ribu PMI asal Jawa Timur tercatat berada di kawasan Timur Tengah selama lima tahun terakhir. (Ilustrasi ChatGPT) - Image

Di tengah konflik Iran vs AS - Israel, sebanyak 7 ribu PMI asal Jawa Timur tercatat berada di kawasan Timur Tengah selama lima tahun terakhir. (Ilustrasi ChatGPT)

JawaPos.com - Inggris tidak akan mengizinkan Amerika Serikat menggunakan pangkalan militernya untuk melancarkan serangan ke infrastruktur sipil, seperti jembatan dan pembangkit listrik, di Iran.

Dilansir dari Antara pada Selasa (7/4), London hanya akan mengizinkan pangkalannya digunakan untuk serangan defensif oleh AS.

Sementara, ancaman Trump untuk menyerang infrastruktur sipil di Iran tak dapat disebut sebagai serangan defensif.

Pangkalan angkatan udara Inggris di Fairford menjadi satu-satunya pangkalan militer Eropa yang didarati pesawat pengebom strategis AS. Pangkalan tersebut juga sempat digunakan dalam pengeboman Irak dan Yugoslavia di masa lalu.

Sebelumnya pada 30 Maret, Presiden AS Donald Trump mengatakan akan "meledakkan dan menghancurkan sepenuhnya" semua pembangkit listrik, kilang minyak, fasilitas desalinasi, serta Pulau Kharg jika kesepakatan damai gagal dicapai dan Selat Hormuz tak dibuka.

Pada Minggu (5/4), Trump kembali mengancam akan menyerang pembangkit listrik dan jembatan di Iran pada 7 April jika Teheran tak kunjung memulihkan lalu lintas pelayaran di Selat Hormuz.

Amerika dan Israel melancarkan serangan gabungan terhadap Iran pada 28 Februari lalu sehingga menyebabkan kerusakan infrastruktur dan korban jiwa di kalangan rakyat sipil.

Teheran lantas melakukan serangan balasan terhadap wilayah Israel dan pangkalan militer milik Amerika yang berada di seantero Timur Tengah, termasuk di Bahrain, Qatar, Uni Emirat Arab, dan Arab Saudi.

Akibat ketegangan tersebut, lalu lintas perkapalan di Selat Hormuz, rute kunci untuk suplai minyak dan LPG dari kawasan Teluk ke pasar global, berhenti total.

Dampaknya, banyak negara mengalami kenaikan harga bahan bakar.

Editor: Kuswandi
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore