
Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengklaim bahwa mereka telah menembak jatuh jet tempur F-35 AS di bagian tengah negara itu pada Jumat (3/4). (Anadolu)
JawaPos.com - Perkembangan terbaru konflik antara Amerika Serikat (AS) dan Iran memasuki babak baru namun menunjukkan dua sisi yang kontras: optimisme perdamaian di satu sisi, namun eskalasi ancaman baru di sisi lain.
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kembali menyuarakan keyakinannya bahwa konflik dengan Iran yang saat ini tertahan oleh gencatan senjata dua pekan, berada di ambang akhir.
Dalam wawancara dengan Fox News, Trump menyebut situasi perang 'sangat dekat untuk berakhir'. Ia juga mengisyaratkan kemungkinan dimulainya kembali pembicaraan damai langsung antara Washington dan Teheran dalam waktu dekat, dengan dukungan dari Pakistan.
Optimisme ini muncul di tengah berlangsungnya gencatan senjata yang telah berjalan hampir sepekan. Pemerintahan Trump mendorong agar momentum ini dimanfaatkan untuk mencapai kesepakatan besar, bukan sekadar penghentian sementara konflik.
Wakil Presiden J. D. Vance sebelumnya menegaskan bahwa Washington tidak tertarik pada 'kesepakatan kecil'.
"Dia (Trump) ingin membuat kesepakatan besar... jika Iran bersedia bertindak seperti negara normal, maka kami bersedia memperlakukan Iran secara ekonomi seperti negara normal," kata Vance dikutip dari ANTARA.
Namun, hingga kini, pembicaraan terakhir di Islamabad belum menghasilkan terobosan signifikan. Salah satu ganjalan utama tetap tuntutan AS agar Iran tidak memiliki senjata nuklir dan rencananya kedua pihak tersebut akan kembali berunding dalam waktu dekat.
Di sisi lain, Iran justru memperkeras sikapnya. Teheran membantah klaim militer AS yang menyebut telah 'sepenuhnya menghentikan' arus perdagangan laut Iran.
Lebih jauh, Iran kembali mengancam akan mengganggu jalur pelayaran komersial di kawasan Timur Tengah jika blokade terhadap pelabuhan mereka terus berlanjut.
Ancaman ini meningkatkan kekhawatiran global, mengingat kawasan tersebut merupakan jalur vital perdagangan energi dan logistik dunia.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Swiss vs Slovenia di Liga Nations UEFA: La Nati Menang Besar di Thermoplan Arena
Prediksi Skor Islandia vs Bulgaria di Liga Nations UEFA: Strákarnir okkar Tundukkan Tim Tamu
Injury Time Timnas Indonesia vs Bangladesh Jadi 7 Menit, John Herdman Beri Penjelasan
Prediksi Skor Belarus vs San Marino di Liga Nations UEFA: Belyya Kryly Pesta Gol
Prediksi Skor Polandia vs Rumania di Liga Nations UEFA: Biało-czerwoni Berburu Kemenangan
Prediksi Skor Vietnam vs Pakistan di FIFA ASEAN Cup: Golden Star Warriors Lumat Habis Shaheens
Prediksi Skor Kroasia vs Inggris di Liga Nations UEFA: The Three Lions Redam Tuan Rumah
Prediksi Finlandia vs Albania di UEFA Nations League: Duel Ketat Dua Tim Belum Kebobolan
Prediksi Susunan Pemain Spanyol vs Ceko: De la Fuente dan Denia seperti Bermain Catur
Alyssa Daguise Sedih Wajah Baby Soso Terekspos ke Publik

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022