
Foto kolase Donald Trump di Gedung Putih dan Paus Leo XIV di Vatikan. Foto: (CNA)
JawaPos.com — Ketegangan antara kekuatan politik global dan otoritas moral kembali mengemuka ketika Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump melancarkan kritik lanjutan terhadap Paus Leo XIV. Serangan ini terjadi di tengah tur Afrika sang paus, yang justru dimanfaatkan untuk memperkuat pesan perdamaian dan kritik terhadap praktik korupsi serta dominasi elit kekuasaan.
Dalam konteks tersebut, respons Paus Leo tidak diarahkan pada konfrontasi personal, melainkan pada penegasan nilai universal. Ia memilih memperluas isu menjadi refleksi global tentang pentingnya keadilan, integritas, dan koeksistensi antar masyarakat di tengah konflik yang kian kompleks.
Dilansir dari Reuters, Kamis (16/4/2026), Paus Leo menyampaikan seruan tegas saat berada di Yaounde, ibu kota Kamerun. Di hadapan Presiden Paul Biya yang telah berkuasa sejak 1982, ia mendesak pemerintah untuk memberantas korupsi dan tidak tunduk pada kepentingan kelompok elit kaya dan berpengaruh.
Pidato tersebut menandai pergeseran gaya komunikasi Paus Leo yang sebelumnya cenderung moderat. “Sudah saatnya kita memeriksa hati nurani dan mengambil langkah berani ke depan,” ujarnya. Ia menegaskan bahwa legitimasi kekuasaan hanya dapat dipertahankan melalui integritas, bukan kepentingan sempit.
Selain itu, ia menyatakan, “Agar perdamaian dan keadilan dapat terwujud, rantai korupsi—yang mencederai otoritas dan menghilangkan kredibilitasnya—harus diputus.” Pernyataan ini disampaikan di hadapan jajaran pejabat tinggi, termasuk Perdana Menteri Joseph Dion Ngute, tanpa respons terbuka dari pihak pemerintah.
Selain korupsi, Paus Leo juga menyoroti konflik berkepanjangan di wilayah Anglophone—kawasan berbahasa Inggris—di Kamerun yang telah menelan ribuan korban jiwa. Konflik antara pemerintah dan kelompok separatis ini menjadi simbol ketegangan struktural yang belum terselesaikan. Ia juga mengingatkan ancaman dari kelompok militan seperti Boko Haram di wilayah utara, yang berdampak pada hilangnya akses pendidikan dan masa depan generasi muda.
Sementara itu, kritik dari Trump kembali mencuat melalui media sosial, memperpanjang dinamika ketegangan yang mengiringi tur tersebut. Bahkan, Wakil Presiden Amerika Serikat JD Vance turut mengingatkan agar Paus berhati-hati dalam menyampaikan pandangan terkait isu teologis dan geopolitik. Namun demikian, Paus Leo menegaskan kepada Reuters bahwa ia akan tetap konsisten menyuarakan kritik terhadap perang.
Dalam penerbangan dari Aljazair menuju Kamerun, Paus Leo tidak secara langsung menanggapi serangan Trump. Sebaliknya, ia menekankan pentingnya dialog lintas budaya dan agama sebagai fondasi perdamaian global. “Walaupun kita memiliki keyakinan dan cara hidup yang berbeda, kita tetap dapat hidup bersama dalam damai,” ujarnya.
Tur Afrika ini mencakup empat negara selama 10 hari, termasuk Angola dan Guinea Khatulistiwa. Dengan jarak tempuh hampir 18.000 kilometer melalui 18 penerbangan ke 11 kota, perjalanan ini menjadi salah satu yang paling kompleks dalam sejarah kepausan modern.
Di Kamerun, sambutan publik berlangsung meriah. Ribuan warga memadati jalanan Yaounde untuk menyambut iring-iringan Paus, mencerminkan harapan terhadap pesan moral yang dibawanya. Di sisi lain, agenda kunjungan juga mencakup kota Bamenda, pusat wilayah berbahasa Inggris, di mana Paus dijadwalkan memimpin misa dan menghadiri pertemuan perdamaian. Aliansi separatis bahkan menjanjikan jalur aman selama tiga hari guna mendukung kunjungan tersebut.

Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Pemerintah Cabut Izin 2.231 Pengecer dan Distributor Pupuk Subsidi yang Rugikan Petani
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Rekomendasi 13 Wisata Terbaik di Bandung untuk Liburan Santai, Healing, dan Quality Time Bersama Orang Tersayang
Abu Janda Dilaporkan ke Polisi Oleh Ikatan Keluarga Minang Hari Ini, Buntut Sebut Sumbar 'Barbar' dan Intoleran
Orang yang Semakin Cantik Secara Fisik Seiring Bertambahnya Usia Biasanya Mengadopsi 6 Kebiasaan Sehari-hari Ini Menurut Psikologi
Sebut Sumbar 'Barbar' dan Kristen Fobia, DPP IKM Siap Laporkan Abu Janda ke Mabes Polri Selasa Besok!
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
9 Mall Terbaik di Semarang, Selalu Jadi Andalan Wisatawan Saat Liburan Cari Hiburan
