Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 25 Mei 2026 | 23.46 WIB

Sebut Sumbar 'Barbar' dan Kristen Fobia, DPP IKM Siap Laporkan Abu Janda ke Mabes Polri Selasa Besok!

Pegiat media sosial Permadi Arya alias Abu Janda berjalan keluar usai diperiksa penyidik Dit Tipidsiber Bareskrim Polri, Mabes Polri, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (1/2/2021). Foto: Dery Ridwansah/ JawaPos.com - Image

Pegiat media sosial Permadi Arya alias Abu Janda berjalan keluar usai diperiksa penyidik Dit Tipidsiber Bareskrim Polri, Mabes Polri, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (1/2/2021). Foto: Dery Ridwansah/ JawaPos.com

JawaPos.com - Pernyataan pegiat media sosial Permadi Arya alias Abu Janda kembali memantik kontroversi panas. Kali ini, tudingan miringnya yang menyebut Sumatera Barat (Sumbar) sebagai wilayah intoleran dan "barbar" berbuntut panjang.

Ikatan Keluarga Minang (IKM) merespons keras tuduhan tersebut. Mereka menilai ucapan Abu Janda sebagai kekeliruan besar yang menyesatkan dan siap menyeret kasus ini ke jalur hukum. Saat ini IKM tengah siapkan langkah hukum ke Mabes Polri. 

Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Keluarga Minang (DPP IKM) Braditi Moulevey Rajo Mudo menegaskan, pihaknya tidak tinggal diam. Tim hukum IKM kini tengah mengkaji serius video pernyataan tersebut untuk membuat laporan resmi.

"Memang terkait rencana untuk melaporkan Abu Janda ke pihak berwajib itu lagi dikaji di Departemen Hukum sore ini karena baru rapat," ujarnya saat dikonfirmasi JawaPos.com, Senin (25/5).

Jika hasil rapat memutuskan untuk menempuh jalur hukum, laporan akan segera dilayangkan ke Mabes Polri.

"Dan jika nanti akan mengambil langkah hukum, insyaallah besok kita akan bikin laporan ke Mabes Polri," katanya.

Bantah Tudingan Kristen Fobia dan Intoleran

Tokoh perantau Minang yang akrab disapa Levi ini menyayangkan pernyataan Abu Janda yang dinilai tidak bijak. Menurutnya, menuduh masyarakat Sumbar anti-Kristen adalah sebuah kesalahan fatal yang tidak berdasar.

"Saya fikir apa yang ia sampaikan tidak bijak dan kurang pantas, menyebut bahwa Sumbar itu kristen fobia atau tidak memiliki toleransi untuk umat non-muslim adalah sebuah kekeliruan besar," kata Levi.

Levi yang lahir dan besar di Padang bersaksi bahwa budaya toleransi di Ranah Minang sudah tumbuh sejak lama dan sangat kuat. Menilai sebuah daerah secara sepihak tanpa riset mendalam hanya akan memicu stigma negatif.

Editor: Bintang Pradewo
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore