Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 20 April 2026 | 21.46 WIB

Trump Klaim Negosiasi dengan Iran Sangat Baik, Tapi Tetap Sindir Keras Teheran

Trump ancam akan kembali menjatuhkan bom ke Iran jika kesepakatan nuklir tidak tercapai (Al Jazeera) - Image

Trump ancam akan kembali menjatuhkan bom ke Iran jika kesepakatan nuklir tidak tercapai (Al Jazeera)

JawaPos.com - Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, menyatakan bahwa proses negosiasi dengan Iran menunjukkan perkembangan positif di tengah dinamika pembicaraan yang masih berlangsung.

“Kami melakukan pembicaraan yang sangat baik. Semuanya berjalan dengan sangat baik. Mereka sedikit bersikap licik, seperti yang telah mereka lakukan selama 47 tahun. Tidak ada yang pernah menghadapi mereka. Kami yang menghadapi mereka,” ujar Trump saat berbicara di Ruang Oval seperti dikutip dari Anadolu, Senin (20/4).

Dalam pernyataannya, Trump juga melayangkan kritik terhadap kemampuan militer Iran. Ia menilai negara tersebut tidak memiliki kekuatan yang memadai di berbagai lini pertahanan.

“Mereka tidak punya angkatan laut, tidak punya angkatan udara, tidak punya pemimpin. Mereka tidak punya apa-apa. Sebenarnya ini adalah perubahan rezim. Anda bisa menyebutnya perubahan rezim yang dipaksakan, tetapi kami tetap berbicara dengan mereka,” katanya.

Trump menegaskan bahwa pemerintah Amerika Serikat tetap bersikap tegas dalam proses negosiasi tersebut, sembari membuka peluang adanya perkembangan terbaru dalam waktu dekat.

“Kami berbicara dengan mereka, kami mengambil sikap keras,” ujarnya, seraya menyebut akan ada pembaruan informasi pada hari yang sama terkait jalannya pembicaraan.

Usai menyampaikan pernyataan tersebut, Trump tidak memberikan tanggapan lebih lanjut ketika ditanya mengenai konflik dengan Iran, jalannya negosiasi, maupun situasi di kawasan Selat Hormuz.

Ketegangan antara kedua pihak meningkat setelah serangan yang dilancarkan Amerika Serikat bersama Israel terhadap Iran pada 28 Februari. Serangan itu kemudian dibalas Teheran dengan meluncurkan drone dan rudal ke wilayah Israel serta negara-negara Teluk yang menjadi lokasi aset militer AS.

Situasi konflik saat ini berada dalam masa jeda sejak 8 April, menyusul upaya mediasi oleh Pakistan yang menghasilkan kesepakatan gencatan senjata sementara selama dua pekan.

Dalam kesempatan yang sama, Trump turut menandatangani sebuah perintah eksekutif yang, menurutnya, akan menginstruksikan Food and Drug Administration (FDA) untuk mempercepat proses evaluasi sejumlah obat psikedelik yang telah ditetapkan sebagai terapi terobosan.

Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore