
Delegasi tingkat tinggi Iran yang dipimpin oleh Ketua Parlemen Mohammad Baqer Qalibaf (C) tiba di Islamabad, Pakistan, untuk berpartisipasi dalam pembicaraan mendatang dengan Amerika Serikat, pada pagi hari tanggal 11 April 2026. (Xinhua)
JawaPos.com - Sikap Iran semakin tegas di tengah upaya perpanjangan gencatan senjata oleh Amerika Serikat (AS). Alih-alih membuka ruang dialog, Teheran justru menolak terlibat dalam perundingan selama pendekatan Washington masih diwarnai tekanan dan ancaman.
Presiden Donald Trump sebelumnya memperpanjang gencatan senjata guna memberi waktu tambahan bagi negosiasi. Namun hingga kini, belum ada tanda-tanda terobosan, sementara posisi Iran justru semakin mengeras.
Iran: Tak Akan Negosiasi di Bawah Tekanan
Penolakan Iran terlihat jelas dari belum adanya delegasi yang dikirim untuk mengikuti pembicaraan lanjutan di Islamabad, Pakistan. Pemerintah Iran menegaskan bahwa keputusan untuk tidak berpartisipasi dalam perundingan tersebut 'tidak berubah'.
Ketua parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, menegaskan bahwa Teheran tidak akan bernegosiasi 'di bawah bayang-bayang ancaman'. Ia bahkan memperingatkan bahwa Iran dapat 'mengungkap kartu baru di medan perang' jika tekanan terus berlanjut.
Menurutnya, Washington berupaya mengubah meja perundingan menjadi ajang penyerahan atau dalih untuk kembali memicu konflik. Demikian mengutip The New Arab.
Sikap keras Iran tak lepas dari kebijakan terbaru AS yang dinilai provokatif. Ketegangan meningkat setelah Trump memerintahkan penyitaan kapal kargo Iran di Laut Oman.
Teheran menuntut pembebasan segera awak kapal yang dilaporkan ditahan. Langkah tersebut dikritik keras oleh Iran karena dianggap melanggar semangat gencatan senjata dan mencerminkan tekanan sepihak dari Washington.
Di sisi lain, AS juga tetap mempertahankan tekanan, termasuk kemungkinan melanjutkan blokade pelabuhan Iran di Selat Hormuz.
Meski menolak perundingan dalam kondisi saat ini, Iran belum sepenuhnya menutup pintu diplomasi. Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi diketahui melakukan komunikasi dengan pejabat Pakistan.

15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
10 Rekomendasi Mall Terlengkap di Surabaya, Surganya Liburan Anak Muda Buat Shopping
Diperiksa 2 Jam soal Penyalahgunaan AI, Freya JKT48 Serahkan Bukti Akun Baru ke Polisi
Santriwati di Pekalongan Diklaim Keluarga Hamil Tanpa Berhubungan, Masa Iya?
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Gelombang Dukungan untuk Nicko Widjaja Menguat Usai Tuntutan 11 Tahun
17 Kuliner Gado-Gado Paling Laris di Jakarta, Cocok untuk Makan Siang Bersama Teman dan Keluarga
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
