
Sergey Brin dan Gerelyn Gilbert-Soto. Foto: (Los Angeles Times)
JawaPos.com — Langkah Sergey Brin meninggalkan California menandai eskalasi konflik antara elite teknologi dan pemerintah negara bagian California. Salah satu pendiri Google itu tidak hanya berhadapan langsung dengan Gubernur Gavin Newsom, tetapi juga kini memimpin mobilisasi politik untuk menentang rencana pajak miliarder yang dinilai mengancam kepentingan ekonomi kalangan ultra-kaya.
Konfrontasi tersebut bermula dalam sebuah pesta Natal eksklusif di kawasan hutan redwood utara San Francisco, yang diselenggarakan oleh tokoh kripto Chris Larsen. Dalam acara tersebut, Brin bersama pasangannya, Gerelyn Gilbert-Soto, secara langsung menyampaikan keberatan atas proposal pajak kekayaan yang berpotensi memengaruhi kepemilikan sahamnya di Alphabet serta total kekayaannya.
Dilansir dari Los Angeles Times, Selasa (28/4/2026), percakapan tersebut berlangsung panjang dan bahkan masih dibahas Newsom beberapa bulan setelahnya. Melalui juru bicaranya, dia menegaskan, “Gubernur telah menegaskan kepada semua pihak bahwa upaya ini berpotensi menimbulkan dampak serius bagi negara bagian, termasuk bagi pekerja layanan publik dan sektor pendidikan, demi kepentingan satu kelompok tertentu.” Newsom sendiri tidak memberikan komentar langsung mengenai interaksi tersebut.
Respons Brin kemudian bergerak cepat dan terukur. Dia memutuskan pindah ke Nevada sebelum tenggat penetapan domisili pajak berlaku, sekaligus membeli properti senilai sekitar USD 42 juta atau setara Rp 723 miliar (kurs Rp 17.220 per dolar AS). Keputusan ini mencerminkan strategi defensif terhadap potensi beban pajak yang lebih tinggi di California.
Selain itu, Brin mulai menggelontorkan dana besar untuk membiayai perlawanan politik. Dalam empat bulan terakhir, dia tercatat menginvestasikan lebih dari USD 58 juta atau sekitar Rp 999 miliar. Langkah ini kemudian diikuti oleh dukungan jaringan elite teknologi seperti Eric Schmidt, Patrick Collison, dan Michael Moritz.
Perkembangan ini mencerminkan perubahan signifikan di Silicon Valley. Analis Partai Demokrat, Steven Maviglio, menilai situasi tersebut sebagai titik balik: “Pajak kekayaan menjadi pemicu yang langsung menggerakkan Silicon Valley dalam hitungan minggu. Saya belum pernah melihat situasi seperti ini.” Hal ini menegaskan percepatan keterlibatan politik kalangan ultra-kaya dalam merespons arah kebijakan di California.
Secara keseluruhan, para donor ultra-kaya telah menyuntikkan lebih dari USD 270 juta atau sekitar Rp4,64 triliun ke dalam dinamika politik California pada siklus pemilihan saat ini. Di tengah arus tersebut, miliarder Tom Steyer muncul sebagai kandidat kuat gubernur dari Partai Demokrat, sementara Brin dan sekutunya mendukung tokoh seperti Matt Mahan serta Steve Hilton.
Ketegangan pun meningkat ketika serikat pekerja menilai intervensi ini sebagai ancaman terhadap kepentingan publik. Lorena Gonzalez dari California Federation of Labor Unions menyatakan, “Anda memiliki dua kutub yang berlawanan. Di satu sisi, ada miliarder yang mendukung agenda pajak dan layanan publik; di sisi lain, ada miliarder yang mendorong kandidat dengan narasi yang cenderung membela kepentingan industri teknologi.”
Dalam konteks yang lebih luas, langkah Brin mencerminkan kedekatan baru antara elite teknologi dan kekuasaan politik nasional. Presiden Donald Trump disebut memberikan akses luas kepada para pemimpin teknologi ke Gedung Putih. Dalam sebuah jamuan, dia bahkan menyebut Gilbert-Soto sebagai “pacar MAGA yang luar biasa”, di hadapan tamu seperti Mark Zuckerberg dan Tim Cook.
Langkah Brin ini tidak hanya mencerminkan resistensi terhadap kebijakan pajak, tetapi juga pergeseran peran miliarder teknologi sebagai aktor politik aktif. Konflik ini menandai pertarungan yang lebih luas antara kekuatan kapital global dan kebijakan publik—isu yang kini melampaui California dan menjadi perhatian internasional.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
12 Rekomendasi Mall Terbaik di Tangerang 2026: Destinasi Belanja, Kuliner & Lifestyle Favorit
Update Klasemen Usai MotoGP Catalunya 2026: Jorge Martin Gigit Jari, Bezzecchi Masih Tak Tersentuh
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Jadwal dan Link Live Streaming Moto3 Catalunya 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama Start P20
