
Sergey Brin mengungkap Gemini sempat masuk daftar larangan internal Google untuk penggunaan coding (StoryBoard18)
JawaPos.com - Saat Google berlomba mengembangkan kecerdasan buatan (AI), model AI andalannya sendiri ternyata sempat tidak boleh digunakan untuk coding di lingkungan internal perusahaan. Fakta itu diungkap langsung oleh salah satu pendiri Google, Sergey Brin, yang mengatakan bahwa Gemini sempat dilarang digunakan untuk coding oleh para insinyur perusahaan untuk membantu pemrograman.
Pengakuan tersebut menunjukkan bahwa perlombaan AI tidak hanya ditentukan oleh keunggulan teknologi, tetapi juga oleh kemampuan perusahaan menyelaraskan kebijakan internal dengan arah inovasi. Kasus ini menjadi perhatian karena terjadi di Google, salah satu pemimpin industri AI yang kini bersaing ketat dengan OpenAI, Anthropic, dan Meta dalam mengembangkan model AI generatif.
Dilansir dari Storyboard18, Selasa (28/7/2026), Brin mengungkapkan hal itu saat tampil dalam podcast All-In. Dia mengatakan baru mengetahui kebijakan tersebut setelah kembali aktif melakukan coding di Google.
"Belakangan ini saya sempat berselisih cukup besar di dalam perusahaan. Kami memiliki daftar alat yang boleh digunakan untuk coding dan yang tidak boleh digunakan, dan Gemini justru berada dalam daftar yang tidak boleh digunakan," ujar Brin.
Brin mengaku terkejut karena pembatasan tersebut berlaku terhadap produk AI yang dikembangkan Google sendiri. Menurutnya, aturan itu sebenarnya sudah tidak lagi diterapkan secara aktif, tetapi masih tercantum dalam laman kebijakan internal perusahaan. Dia mengatakan membutuhkan waktu berminggu-minggu untuk menghapus aturan yang dinilai sudah tidak lagi sejalan dengan arah pengembangan Google.
Karena upayanya tidak membuahkan hasil, Brin akhirnya meminta bantuan CEO Google Sundar Pichai. "Saya akhirnya memberi tahu Sundar. Dia sangat mendukung. Saya berkata kepadanya, 'Saya sudah tidak sanggup lagi berurusan dengan orang-orang ini. Anda yang harus menyelesaikannya'," kata Brin. Menurutnya, dukungan Pichai menjadi faktor penting hingga pembatasan tersebut akhirnya dicabut.
Dalam perbincangan itu, pembawa acara juga menyinggung besarnya pengaruh Brin di Google berkat kepemilikan saham dengan hak suara mayoritas. Namun, Brin menilai perbedaan pandangan tersebut justru mencerminkan budaya kerja yang sehat. Dia mengatakan persoalan itu akhirnya terselesaikan dan para karyawan kini telah menggunakan Gemini sebagai alat bantu dalam proses coding.
"Masalah itu akhirnya berhasil diperbaiki, dan sekarang orang-orang menggunakan Gemini untuk membuat kode," ujar Brin.
Dia menambahkan, peristiwa tersebut memperlihatkan bahwa kebijakan internal terkadang tetap bertahan meskipun prioritas perusahaan telah berubah, sehingga berpotensi menghambat adopsi teknologi baru.

Puluhan Orang Terjebak di AEON Mall Kumamoto Usai Gempa Dahsyat M7,1 Diikuti Ledakan
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Malik Bawazier Dilaporkan ke Polda Metro Jaya, Suami Cut Keke Diduga Tersangkut Kasus Perzinaan
Profil Mitchell Baker: Striker Naturalisasi Timnas Indonesia Berdarah Yogyakarta, Debut Gemilang di Piala AFF 2026
Prediksi Skor hingga Rekor Pertemuan Persebaya vs PSMS: Ayam Kinantan Lebih Unggul Atas Green Force
Sempat ‘Hilang’ dari Bangku Cadangan saat Timnas Indonesia Gulung Kamboja, John Herdman Ungkap Alasannya
Profil Aripat, Suami Nathalie Holscher: Dari Sales hingga Menjadi Pengusaha
Prediksi Skor Persebaya Surabaya vs PSMS Medan di Piala Presiden 2026: Misi Green Force Raih 3 Poin Lagi!
Prediksi Skor Port FC vs Persija Jakarta di Piala Presiden 2026: Pembuktian Magis Shin Tae-yong!
