
Iran dilaporkan kembali menutup Selat Hormuz hanya beberapa jam setelah jalur vital tersebut sempat dibuka. (UN News)
JawaPos.com - Amerika Serikat (AS) kembali meningkatkan tekanan terhadap Iran dengan memperluas ancaman sanksi ke sektor perbankan global. Washington memperingatkan bahwa bank-bank yang membantu kilang swasta Tiongkok dalam membeli minyak Iran berisiko terkena sanksi sekunder, langkah yang berpotensi memperkeruh hubungan dengan Beijing menjelang pertemuan tingkat tinggi kedua negara.
Langkah ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan AS untuk memutus jalur ekspor minyak Iran, yang selama ini menjadi sumber pendapatan utama Teheran. Pekan lalu, Departemen Keuangan AS melalui Office of Foreign Assets Control (OFAC) menjatuhkan sanksi terhadap Hengli Petrochemical (Dalian) Refinery Co, salah satu kilang swasta terbesar di Tiongkok.
Tak berhenti di situ, pada Selasa (28/4), Departemen Keuangan kembali menegaskan bahwa lembaga keuangan yang terlibat dalam perdagangan minyak Iran juga akan menjadi target.
"Lembaga keuangan harus memberi tahu bahwa departemen tersebut memanfaatkan berbagai alat dan otoritas yang tersedia dan siap untuk menerapkan sanksi sekunder terhadap lembaga keuangan asing yang terus mendukung kegiatan Iran," demikian pernyataan resmi Departemen Keuangan AS di laman resminya.
Pemerintah AS juga meminta bank untuk memperketat pengawasan berbasis risiko, meningkatkan uji tuntas terhadap transaksi. khususnya yang melibatkan kilang di Provinsi Shandong, serta mengingatkan bank koresponden terkait kepatuhan terhadap sanksi.
Respons Tiongkok dan Dampak Global
Tiongkok secara resmi tidak mengakui sanksi sepihak yang dijatuhkan AS. Namun, dalam praktiknya, perusahaan milik negara di Tiongkok cenderung menghindari pembelian minyak yang masuk daftar hitam. Bank-bank besar Tiongkok pun memiliki rekam jejak mematuhi sanksi AS, demi menjaga akses ke sistem kliring dolar AS.
Sebagai contoh, Industrial & Commercial Bank of China Ltd dan Bank of China Ltd sempat membatasi pembiayaan komoditas Rusia pada awal 2022. Kebijakan serupa juga diterapkan setelah AS memperluas sanksi terhadap entitas yang mendukung perang Rusia di Ukraina.
Meski demikian, Tiongkok tetap menjadi konsumen terbesar minyak Iran yang terkena sanksi, terutama melalui kilang-kilang kecil independen yang dikenal sebagai 'teapots'. Kilang ini memanfaatkan harga diskon minyak Iran untuk menjaga margin keuntungan yang tipis.
Diketahui, pengiriman minyak Iran ke Tiongkok kerap menggunakan 'dark tankers' atau kapal tanpa identitas jelas. Minyak tersebut sering dipindahkan antar kapal di tengah laut untuk menyamarkan asalnya, bahkan kerap dilabeli ulang sebagai minyak dari Malaysia, demikian melansir The Edge Singapore.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Rapid Vienna vs Hearts: Tuan Rumah Terancam Tumbang di Liga Konferensi Eropa
Prediksi Skor Viking FK vs Dinamo Zagreb: Purgeri Diprediksi Menang Tipis di Norwegia!
Desta Resmi Hengkang dari Vindes, Perusahaan Berjalan Bersama Vincent Rompies
Robot Humanoid Tiongkok Kalahkan Rekor Lari Usain Bolt, Lalu Terbakar
Prediksi Skor AEK Athens vs Levski Sofia di Kualifikasi Liga Champions 2026/2027: Tuan Rumah Menang!
Prediksi Skor Celta Vigo vs Osasuna di Liga Spanyol 2026/2027: Los Celestes Bakal Raih 3 Poin!
Prediksi Skor Celje vs Slovan Bratislava di Kualifikasi Liga Champions 2026/2027: Berujung Penalti?
Prediksi Skor Lyon vs Fenerbahce di Kualifikasi Liga Champions 2026/2027: Kans Les Gones Menang!
Kiai Ta’in Tebuireng Dipolisikan Jelang Muktamar NU, TAAT Pasang Badan
Prediksi Skor Rapid Wien vs Hearts di Play-off Liga Konferensi Eropa: Tim Tamu Dijagokan Lolos!
