
Jenderal Wei Fenghe (kiri) dan Jenderal Li Shangfu dicopot dalam kampanye pembersihan elite militer Tiongkok di bawah Xi Jinping (The New York Times)
JawaPos.com - Gelombang pembersihan elite militer di Tiongkok kembali mencapai level tertinggi setelah dua mantan menteri pertahanan negara itu dijatuhi hukuman mati dengan penangguhan dua tahun atas kasus korupsi.
Putusan tersebut memperlihatkan bagaimana Presiden Xi Jinping terus memperketat kontrol terhadap angkatan bersenjata di tengah kekhawatiran mengenai loyalitas internal dan praktik korupsi yang mengakar di tubuh militer.
Mantan Menteri Pertahanan Jenderal Wei Fenghe dan Jenderal Li Shangfu dinyatakan bersalah oleh pengadilan militer atas tindak suap. Hukuman mati dengan masa penangguhan dua tahun yang dijatuhkan kepada keduanya secara praktik biasanya akan diubah menjadi hukuman penjara seumur hidup apabila terpidana dianggap berkelakuan baik selama masa penangguhan tersebut.
Dilansir dari The New York Times, Jumat (8/5/2026), kantor berita resmi pemerintah Tiongkok, Xinhua, menyebut Wei Fenghe terbukti menerima suap, sedangkan Li Shangfu terbukti menerima sekaligus memberikan suap. Namun, otoritas Tiongkok tidak memerinci nilai transaksi maupun detail tuduhan yang menjerat kedua jenderal tersebut.
Baca Juga:Beda dengan AS yang Masih Terjebak Perdebatan Teknologi, Tiongkok Makin Melaju Cepat dalam Adopsi AI
Kasus ini menjadi hukuman publik paling tinggi terhadap pejabat militer senior sejak Xi Jinping meluncurkan kampanye besar-besaran antikorupsi di tubuh Tentara Pembebasan Rakyat atau People’s Liberation Army (PLA). Kedua jenderal itu termasuk pejabat tinggi pertama yang dicopot dan ditangkap ketika operasi bersih-bersih militer mulai menguat beberapa tahun lalu.
Seiring berjalannya waktu, skala penyelidikan terus meluas. Pusat kajian keamanan yang berbasis di Washington, Center for Strategic and International Studies (CSIS), memperkirakan sekitar 100 perwira senior telah dicopot dari jabatan atau menghilang dari ruang publik, yang mengindikasikan mereka sedang diperiksa aparat disiplin dan antikorupsi Tiongkok.
Selain itu, media pemerintah Tiongkok melaporkan Xi Jinping kembali menegaskan bulan lalu bahwa kampanye antikorupsi di militer akan terus dilanjutkan. Pernyataan tersebut memperlihatkan bahwa kepemimpinan Partai Komunis Tiongkok memandang korupsi dan ketidaksetiaan sebagai ancaman yang saling berkaitan terhadap stabilitas kekuasaan negara.
Analis militer menilai hukuman terhadap Wei dan Li bukan hanya persoalan hukum pidana, melainkan juga pesan politik yang sangat kuat kepada jajaran elite militer. Andrew Nien-Dzu Yang, pakar militer Tiongkok yang pernah bertugas di Kementerian Pertahanan Taiwan, mengatakan kasus korupsi seperti ini dapat dipakai sebagai instrumen politik untuk memperkuat kendali Xi Jinping atas angkatan bersenjata.
"Kasus seperti ini bisa berkaitan dengan korupsi nyata, tetapi juga dapat menjadi taktik politik," ujar Yang. Ia menambahkan, "Menempatkan dua pemimpin militer senior di bawah hukuman mati bersyarat dapat digunakan untuk membenarkan pengetatan kontrol angkatan bersenjata di bawah Xi Jinping."
Li Shangfu sendiri baru diangkat menjadi Menteri Pertahanan pada Maret 2023. Namun beberapa bulan kemudian, ia tiba-tiba berhenti menjalankan aktivitas publik dan akhirnya dicopot dari jabatan tersebut. Setahun setelahnya, penyelidik Partai Komunis menuduh Li dan Wei menerima suap dalam jumlah besar, memperdagangkan promosi militer, serta merusak sistem produksi persenjataan akibat praktik korupsi mereka.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Brighton vs Crystal Palace di Liga Inggris: The Seagulls Kunci Kemenangan di Derby M23
Prediksi Skor Persebaya vs PSS Sleman: Green Force Diunggulkan, Elang Jawa Tak Bisa Diremehkan
Prediksi Skor Persib vs Persik di Super League: Pangeran Biru Susah Payah Jinakkan Macan Putih
Prediksi Skor Lyon vs Nice: Les Gones Buru Kemenangan demi Melesat ke 3 Besar Klasemen Ligue 1
Celios Benarkan Akuisisi Saham BYAN Salah Satu Sebab Pasar Saham RI Terancam Downgrade
Francisco Rivera dan Matheus Lagoa Absen, Persebaya Surabaya Tetap Pede Pecundangi PSS Sleman
Prediksi Skor Juventus vs Lazio: Biancocelesti Bakal Merepotkan Tuan Rumah di Allianz Stadium
Prediksi Skor Nottingham Forest vs Arsenal: Ujian Ketajaman Lini Serang Skuad Mikel Arteta
Prediksi Skor Persib Bandung vs Persik Kediri: Marcos Reina Tak Mau Anggap Remeh
Prediksi Skor Leeds United vs Manchester United: Lisandro Martinez Sulit Masuk Starter

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022