
Zhou Jian memainkan piano menggunakan tangan bionik cerdas dalam forum teknologi BCI di Nanjing, Tiongkok / Foto: (Global Times)
JawaPos.com — Perkembangan teknologi brain-computer interface (BCI) di Tiongkok kini memasuki fase akselerasi dari riset laboratorium menuju implementasi industri. Setelah sekitar tiga dekade pengembangan, teknologi ini mulai diarahkan tidak hanya untuk sektor kesehatan, tetapi juga rehabilitasi, kontrol industri, pendidikan, hingga peningkatan kemampuan manusia dalam berbagai bidang.
BCI kini diposisikan sebagai bagian dari industri masa depan dalam kerangka perencanaan nasional Tiongkok, termasuk dalam Rencana Lima Tahun ke-15 (2026–2030), yang memasukkan teknologi ini dalam katalog pengembangan industri strategis bersama bidang lain yang berorientasi masa depan.
Dilansir dari Global Times, Kamis (14/5/2026), kisah Zhou Jian menjadi sorotan dalam forum industri BCI terbaru. Zhou, yang kehilangan lengan kanan pada usia 12 tahun, kini menggunakan tangan bionik cerdas yang sepenuhnya dikendalikan oleh pikiran. Dalam forum tersebut, dia terlihat memainkan lagu rakyat Tiongkok Jasmine Flower menggunakan perangkat tersebut. Zhou menyampaikan kepada Global Times, “setiap jarinya kini dapat merespons pikirannya” setelah penggunaan sejak September 2022.
Kemajuan lain terlihat dalam pameran teknologi di Nanjing, Provinsi Jiangsu, ketika perangkat berbasis kacamata dengan kamera mampu mengubah huruf “A” menjadi tampilan digital beresolusi 60 piksel. Sistem ini dirancang untuk membantu penyandang disabilitas visual memperoleh persepsi visual melalui stimulasi saraf optik yang terhubung dengan cip implan yang ditanam di lapisan pelindung luar otak.
Tak berhenti di situ, pengembangan BCI di Tiongkok mencakup spektrum teknologi dari non-invasif berbasis electroencephalogram (EEG), semi-invasif, hingga sistem implan penuh. Aplikasi yang dikembangkan tidak hanya terbatas pada rehabilitasi medis, tetapi juga mulai digunakan untuk deteksi gangguan mental, peningkatan kualitas tidur, hingga kontrol perangkat eksternal berbasis sinyal otak.
Dalam demonstrasi terpisah, seorang reporter mencoba sistem mind-controlled walking menggunakan helm EEG dan eksoskeleton kaki. Saat pengguna membayangkan gerakan berjalan, perangkat secara otomatis menggerakkan tungkai mekanis, menunjukkan potensi besar teknologi ini dalam rehabilitasi pasien dengan kelumpuhan dan cedera tulang belakang.
Perkembangan tersebut mendapat penekanan dari kalangan peneliti yang menyoroti pentingnya pendekatan berbasis implementasi langsung di lapangan. Liang Dong dari Shenzhen Institute of Advanced Technology menegaskan pendekatan tersebut dengan menyatakan, “Kita tidak bisa menunggu sampai semuanya benar-benar sempurna untuk mulai digunakan. Sebaliknya, kita harus terus menyempurnakan dan mengembangkannya melalui penerapan di dunia nyata.”
Sementara itu, regulator medis Tiongkok telah menyetujui perangkat BCI implan untuk augmentasi fungsi tangan, menandai salah satu tonggak awal komersialisasi teknologi ini. Profesor Hong Bo dari Universitas Tsinghua menilai momentum ini sebagai awal dari era baru, dengan menyatakan, “Ke depan, kami berharap setiap orang suatu hari nanti dapat memiliki BCI sendiri, seperti halnya mereka memiliki telepon pintar saat ini.”
Di tingkat aplikasi lanjutan, BCI diproyeksikan meluas ke sektor realitas virtual, manufaktur presisi tinggi, hingga pendidikan adaptif yang berbasis respons kognitif. Integrasi ini memperlihatkan arah baru interaksi manusia dan mesin yang lebih langsung dan adaptif.
Dengan dukungan kebijakan industri, kematangan riset, serta percepatan komersialisasi, Tiongkok kini berada pada titik transisi penting. Para peneliti menyebut fase ini sebagai momentum ketika teknologi BCI mulai bergerak seperti “roket yang lepas landas”, menandai babak baru dalam persaingan global inovasi manusia dan mesin yang semakin ketat.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Celtic vs Ferencvaros di Liga Europa: Kans The Hoops Permalukan Lawan di Celtic Park
Prediksi Skor Malaga vs Villarreal di Liga Spanyol: Kapal Selam Kuning Siap Bombardir Tuan Rumah
Prediksi Skor Lillestrom vs Torreense di Liga Europa: Kans Kanarifuglene Menang di Arasen Stadion
Prediksi Skor Real Betis vs Getafe di Liga Spanyol: Los Verdiblancos Siap Sikat Perlawanan Tim Tamu
Prediksi Skor Besiktas vs Marseille di Liga Europa: Kara Kartallar Cabik-cabik Tim Tamu di Tupras
Prediksi Skor Arema FC vs Persik Kediri di Super League: Macan Putih Kembali Jinakkan Singo Edan!
Prediksi Skor Viktoria Plzen vs Union SG di Liga Europa: Duel Sengit Berpotensi Imbang
Prediksi Susunan Pemain Manchester City vs Norwich: Maresca Rotasi Skuad
Prediksi Skor Levski Sofia vs Red Bull Salzburg di Liga Europa: Misi Die Roten Bullen Curi Poin
Prediksi Skor Real Sociedad vs Bournemouth di Liga Europa: Txuri-urdin Bakal Kesulitan Redam Lawan

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022