
Ilustrasi: Rakyat Bolivia saat menggelar aksi protes di La Paz. REUTERS/Marco Bello
JawaPos.com - Presiden Bolivia Rodrigo Paz, mengumumkan pemotongan gaji sebesar 50 persen untuk dirinya dan seluruh anggota kabinet. Hal ini dilakukan di tengah tekanan besar akibat blokade nasional yang menuntut pengunduran dirinya.
Dilansir dari Antara, Selasa (26/5), langkah tersebut merupakan upaya langsung untuk meredakan tekanan dari serikat pekerja dan organisasi masyarakat adat yang telah melumpuhkan ibu kota administratif La Paz.
Pengumuman itu disampaikan ketika negara di kawasan Andes tersebut memasuki pekan keempat aksi protes yang melumpuhkan berbagai aktivitas setelah dialog antara pemerintah dan pemimpin demonstran sepenuhnya gagal.
“Presiden, bersama para menteri, telah mengambil keputusan - sebagai bagian dari komitmen dan pengorbanan mendalam kami bagi negara - untuk mengurangi gaji kami sebesar 50 persen,” kata Paz dalam pidato publiknya.
Sebelum keputusan tersebut, Paz menerima gaji bulanan sebesar 24.978 boliviano (sekitar 3.617 dolar AS/Rp64,7 juta). Jumlah tersebut merupakan batas maksimum gaji pejabat publik di Bolivia. Setelah pemotongan, gajinya menjadi 12.489 boliviano (sekitar 1.808 dolar AS atau Rp32,3 juta).
Paz mulai menjabat pada akhir 2025 dengan agenda membongkar dua dekade kebijakan ekonomi kiri yang diterapkan pendahulunya, Evo Morales dan Luis Arce.
Dalam upaya menstabilkan keuangan negara, Paz mengalihkan pendekatan pemerintahannya ke Amerika Serikat, lembaga keuangan internasional, dan sektor swasta, sambil secara bertahap menjauh dari serikat pekerja yang memiliki pengaruh besar di negara tersebut.
Sejak awal Mei, kelompok masyarakat adat, pekerja tambang, guru, dan buruh pabrik terus melakukan blokade jalan. Gangguan tersebut memutus rantai pasok nasional dan memicu kelangkaan pangan, bahan bakar, serta pasokan medis di kota-kota besar, sekaligus melumpuhkan pasar dan rumah sakit.
Sementara para demonstran menuntut pembatalan kebijakan penghematan untuk menekan kenaikan biaya hidup, Paz mempertahankan pemangkasan anggaran dan pengurangan subsidi bahan bakar sebagai langkah yang diperlukan untuk menstabilkan ekonomi.
Pemotongan gaji diumumkan hanya 24 jam setelah dialog yang sangat dinantikan antara pemerintah dan pemimpin masyarakat adat berakhir dengan kegagalan mencapai kata sepakat.
Pemerintahan Paz berulang kali menyatakan bahwa mantan presiden Evo Morales berada di balik kekacauan sosial tersebut. Pemerintah menuduh Morales memanfaatkan serikat pekerja dalam upaya untuk kembali berkuasa. Morales sebelumnya dilarang secara hukum untuk mengikuti pemilu 2025 yang dimenangkan Paz.
Pada Minggu, setelah perundingan damai gagal, Morales menulis di media sosial bahwa Presiden Paz hanya memiliki “dua pilihan”, yakni memiliterisasi negara atau menggelar pemilu.
“Rodrigo Paz sedang mengatur kejatuhannya sendiri di jalan-jalan ini,” tulis Morales di platform media sosial X.
Mantan presiden tersebut saat ini berstatus buronan setelah surat perintah penangkapan dikeluarkan pada 11 Mei. Morales dinyatakan menghina pengadilan karena menolak hadir dalam persidangan kasus pemerkosaan dan perdagangan manusia terkait tuduhan bahwa ia memiliki anak dengan seorang gadis berusia 15 tahun saat masih menjabat presiden, dengan imbalan pemberian keuntungan politik dan ekonomi kepada orang tua korban.

Alasan Mengapa Jude Bellingham Menampar Pemain Argentina Setelah Inggris Tersingkir dari Piala Dunia 2026
Rekor Pertemuan Lengkap Argentina vs Spanyol, Mencari Juara Sejati di Final Piala Dunia 2026
Menteri PU Dody Hanggodo Ungkap 10.000 Pegawai Terindikasi Judol dan Masalah Absensi
Analisis Prediksi Bursa Inggris vs Argentina di Piala Dunia 2026: La Albiceleste Sudah Teruji hingga 120 Menit
Komedian Temon Kristen Tapi Punya Banyak Istri, Begini Kata Pihak Keluarga
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Profil Simson Rarameha Ngadang alias Temon: Lulusan Psikologi UI yang Memilih Jadi Komedian
Analisis Prediksi Bursa Spanyol vs Argentina di Piala Dunia 2026: La Roja Lebih Dijagokan Juara Piala Dunia 2026
Jude Bellingham Ungkap Adu Argumennya dengan Lionel Messi saat Inggris Tumbang dari Argentina di Semifinal Piala Dunia 2026
3 Fakta Statistik yang Untungkan Spanyol Kalahkan Argentina di Final Piala Dunia 2026, Luis de la Fuente Punya Pola Juara
