
Perlakuan Israel terhadap para aktivis yang ditahan selama penggerebekan terhadap armada kapal (al-Jazeera)
JawaPos.com – Jaksa penuntut umum Prancis akan menyelidiki dugaan perlakuan Israel terhadap warga negara Prancis yang ditangkap saat penggerebekan militer terhadap armada bantuan menuju Gaza.
Dilansir dari laman al-Jazeera pada Sabtu (30/5), Langkah tersebut diambil setelah muncul laporan mengenai dugaan kekerasan fisik, pelecehan seksual, dan perlakuan tidak manusiawi selama penahanan. Pemerintah Prancis menilai tindakan tersebut berpotensi masuk dalam kategori tindak pidana apabila terbukti.
Menteri Luar Negeri Prancis, Jean-Noel Barrot, menyatakan telah menginstruksikan jaksa penuntut negara untuk memulai penyelidikan resmi.
Keputusan itu diambil berdasarkan laporan yang diterima dari Konsul Jenderal Prancis mengenai dugaan pemukulan, penghinaan, paparan suhu dingin, hingga kekerasan seksual terhadap warga negara Prancis. Barrot menegaskan bahwa seluruh laporan tersebut perlu ditelusuri secara hukum.
Insiden tersebut terjadi setelah Israel mencegat armada bantuan Global Sumud yang berlayar menuju Gaza dari Turki. Lebih dari 50 kapal yang membawa warga dari sekitar 40 negara dihentikan oleh pasukan Israel di perairan internasional dekat Siprus pada 19 Mei. Dalam operasi itu, lebih dari 400 orang ditangkap, termasuk 37 warga negara Prancis.
Sejumlah warga negara Prancis yang dibebaskan kemudian melaporkan pengalaman buruk selama penahanan. Beberapa aktivis mengaku mengalami tindakan merendahkan martabat, kekerasan fisik, hingga dugaan pelecehan seksual oleh aparat Israel. Mereka juga menggambarkan kondisi penahanan sebagai perlakuan yang sangat keras dan tidak manusiawi.
Pihak berwenang Israel membantah seluruh tuduhan mengenai penganiayaan terhadap para aktivis armada bantuan tersebut. Namun, insiden ini telah memicu kritik dari sejumlah negara sekutu Israel, termasuk Prancis yang memanggil duta besar Israel untuk meminta penjelasan.
Pemerintah Prancis juga mengambil langkah diplomatik tambahan terhadap sejumlah pejabat Israel terkait kontroversi tersebut.
Sementara itu, organisasi bantuan dan tim hukum para aktivis menyebut telah mendokumentasikan berbagai bentuk dugaan kekerasan selama penahanan. Pengacara para aktivis warga negara Prancis dilaporkan berencana mengajukan pengaduan terpisah terkait dugaan penyiksaan, pelecehan seksual, dan penghinaan.
Penyelidikan oleh jaksa Prancis diharapkan dapat mengungkap fakta serta memberikan kejelasan hukum atas insiden tersebut.

Peringkat 12 Klub Terbesar yang Belum Pernah Memenangkan Liga Champions
Asisten YouTuber RA Diperiksa Kasus Whip Pink, Netizen Ramaikan Unggahan Reza Arap
Pesan Perpisahan Penuh Misteri Milos Raickovic Bersama Persebaya Surabaya, Bonek Penasaran hingga Menyesali
3 Calon Pelatih Liverpool Musim Depan, Semua Masih Muda dan Bertalenta!
Presiden Iran Masoud Pezeshkian Ajukan Pengunduran Diri, Ini Alasannya
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Pemerintah Perkuat Pengawasan Tata Niaga Minyak Goreng, Mafia Pangan Bakal Disikat Habis
Penyebab Ribuan Gerai Indomaret Tutup pada 31 Mei-1 Juni 2026
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
6 Weton Bumi Kapetak Titisan Gatotkaca yang Ditakdirkan Kaya dan Sukses, Menurut Primbon Jawa
