Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 12 Juni 2026 | 18.10 WIB

Saat Piala Dunia Dimulai, Keluarga 135 Ribu Orang Hilang di Meksiko Turun ke Jalan

Kerabat orang hilang dan anggota kelompok pencari melakukan aksi protes bertepatan dengan pembukaan Piala Dunia FIFA 2026 di Meksiko, 11 Juni 2026. Mereka menuntut kejelasan nasib ribuan orang yang masih dinyatakan hilang di negara tersebut. (AFP) - Image

Kerabat orang hilang dan anggota kelompok pencari melakukan aksi protes bertepatan dengan pembukaan Piala Dunia FIFA 2026 di Meksiko, 11 Juni 2026. Mereka menuntut kejelasan nasib ribuan orang yang masih dinyatakan hilang di negara tersebut. (AFP)

JawaPos.com – Euforia pembukaan Piala Dunia 2026 di Meksiko diwarnai aksi protes ratusan keluarga korban orang hilang. Mereka turun ke jalan untuk mengingatkan dunia bahwa hampir 135 ribu warga Meksiko hingga kini belum diketahui nasibnya.

Seperti dilansir Reuters via Kyodo, Jumat (12/6), para demonstran berasal dari berbagai kelompok pencari korban yang dikenal sebagai madres buscadoras atau "ibu-ibu pencari". Mereka datang dari sejumlah negara bagian dan berkumpul di Mexico City menjelang laga pembuka Piala Dunia.

Aksi diawali dengan doa dan penyalaan lilin pada malam hari. Keesokan harinya, mereka menggelar long march menuju area Stadion Mexico City beberapa jam sebelum kick-off.

Banyak peserta mengenakan kaus putih atau jersey tim nasional Meksiko. Di punggung dan dada mereka terpampang foto anggota keluarga yang hilang dan belum ditemukan.

Hector Aguila, koordinator kelompok pencari Luz de Esperanza di Negara Bagian Jalisco, mengatakan keluarganya sudah mencari putranya yang hilang sejak 2023. Ia menilai keluarga korban terus menjadi korban kedua akibat proses birokrasi yang panjang tanpa hasil.

"Kami tidak menentang Piala Dunia. Kami juga tidak menentang orang-orang yang datang untuk menikmati pesta ini," ujarnya.

"Kami menentang ketika jutaan peso dihabiskan untuk acara ini sementara kami ditinggalkan dalam keterlupaan," lanjut Aguila.

Keluhan serupa disampaikan Alexandra Campa yang telah mencari adik laki-lakinya selama lebih dari setahun. Menurutnya, meminta bantuan pemerintah sering kali tidak membuahkan hasil.

"Setiap bulan pengacaranya berganti. Tidak pernah ada solusi dan ada ribuan kasus seperti milik saya," katanya.

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore