
Pendukung Hizbullah di pinggiran selatan Beirut memprotes perjanjian trilateral antara AS, Israel, dan Lebanon (Al-Jazeera)
JawaPos.com – Pemimpin Hezbollah, Naim Qassem, menolak perjanjian kerangka kerja antara Lebanon dan Israel yang ditandatangani di Washington, Amerika Serikat.
Dilansir dari laman Al-Jazeera pada Minggu (28/6), Qassem menyebut kesepakatan tersebut sebagai tindakan yang memalukan dan dianggap sebagai penyerahan kedaulatan Lebanon. Penolakan tersebut disampaikan setelah serangan Israel kembali menghantam wilayah Lebanon selatan dan menimbulkan korban jiwa.
Kementerian Kesehatan Lebanon melaporkan satu orang tewas dan dua lainnya terluka akibat serangan Israel di wilayah selatan. Serangan tersebut menjadi korban jiwa pertama yang tercatat setelah perjanjian Israel-Lebanon ditandatangani.
Hezbollah menilai keberadaan pasukan Israel serta serangan yang masih berlangsung menunjukkan bahwa konflik belum berakhir.
Qassem menegaskan bahwa Hezbollah tidak menerima hubungan antara penarikan pasukan Israel dari Lebanon dengan tuntutan pelucutan senjata kelompok tersebut. Ia menyatakan bahwa Hezbollah akan tetap melakukan perlawanan terhadap pendudukan Israel dan tidak akan meninggalkan medan konflik.
Pernyataan tersebut memperlihatkan penolakan kuat Hezbollah terhadap isi kesepakatan yang dimediasi Amerika Serikat.
Perjanjian Israel-Lebanon tersebut tidak secara langsung mencantumkan kewajiban Israel untuk menarik pasukan dari Lebanon selatan. Sejumlah pihak menilai kesepakatan itu dapat menjadi langkah menuju normalisasi hubungan, tetapi Hezbollah dan pendukungnya menganggapnya sebagai ancaman terhadap kedaulatan negara.
Protes terhadap perjanjian tersebut terjadi di Beirut dengan aksi pembakaran ban dan pemblokiran sejumlah jalan.
Di sisi lain, sejumlah pejabat Lebanon menyambut kesepakatan tersebut sebagai peluang untuk mengakhiri konflik dengan Israel. Namun, perbedaan pandangan antara pemerintah Lebanon, Hezbollah, dan pihak lain menunjukkan bahwa pelaksanaan perjanjian masih menghadapi tantangan besar.
Serangan Israel yang terus terjadi di wilayah selatan semakin memperumit upaya menciptakan stabilitas keamanan di kawasan tersebut.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Bali United FC vs Sabah FC di Dewata Challenge Series 2026: Serdadu Tridatu Berpesta!
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kasus Penjahit Rasis Bali Kembali Diperbincangkan, Diduga Ada Intimidasi Saat Audiensi
Prediksi Skor Sabah FC vs Persib Bandung: Pangeran Biru Bidik Puncak Dewata Challenge Series 2026
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Sakit Hati, Alasan Eks Karyawan Bongkar Aib Richard Lee Suka 'Jajan Cewek'
15 Kata Cristiano Ronaldo ke Lionel Messi Setelah sang Ayah Meninggal Dunia
Biaya Nany Widjaja untuk Lobi Pembelian Tanah Rp 50 M, Harga Tanah Hanya Rp 30 M
Bentrokan di USS Abraham Lincoln: 7 Prajurit Dilaporkan Tewas di Tengah Perang dengan Iran
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
