
Ilustrasi udara kawasan industri di Hefei, Provinsi Anhui, Tiongkok pada malam hari (Global Times)
JawaPos.com - Di tengah percepatan global menuju energi bersih yang juga menjadi arena kompetisi raksasa teknologi dan investasi dunia, Tiongkok kembali menarik perhatian melalui kemajuan signifikan pada proyek reaktor fusi Experimental Advanced Superconducting Tokamak (EAST) atau 'matahari buatan'.
Dalam proyek yang menjadi salah satu program energi paling ambisius di dunia tersebut, komponen utama pada EAST telah menyelesaikan uji parameter penuh, yang menjadi dasar penetapan lolosnya komponen itu secara teknis.
Dilansir dari Global Times, Senin (29/6/2026), dua magnet superkonduktor kunci untuk reaktor fusi dalam EAST, yang dikenal sebagai proyek 'matahari buatan', telah berhasil menyelesaikan uji penerimaan pengembangan dan pengujian parameter penuh, menandai lokalisasi penuh seluruh teknologi inti proyek.
Seluruh pengembangan dilakukan oleh Institute of Plasma Physics, Chinese Academy of Sciences (ASIPP) di Hefei, Provinsi Anhui, yang selama bertahun-tahun menjadi pusat riset fusi utama Tiongkok dan bagian dari strategi jangka panjang kemandirian teknologi energi.
Salah satu komponen utama adalah magnet medan toroidal berbentuk huruf D dengan dimensi raksasa, yakni panjang 21 meter, lebar 12 meter, dan tinggi 3,3 meter, serta berat mencapai 582 ton. Komponen ini berfungsi mengurung plasma bersuhu ekstrem agar tetap stabil di dalam ruang vakum reaktor.
Peneliti ASIPP, Wu Yu, menjelaskan bahwa fungsi utama magnet tersebut adalah menjaga plasma tidak menyentuh dinding reaktor. "Medan magnetnya berkaitan langsung dengan suhu dan kerapatan plasma yang dibutuhkan dalam operasi masa depan," ujarnya kepada CCTV News.
Sementara itu, pakar elektromagnetik Tiongkok, Song Zhongping, menggambarkan sistem ini sebagai "kandang tertutup berbahan baja tahan karat yang menahan bola api plasma bersuhu tinggi." Dia menegaskan bahwa tanpa magnet tersebut, plasma akan menyebar dan reaksi fusi tidak dapat berlangsung secara stabil.
Dalam aspek lain, direktur ASIPP, Song Yuntao, menegaskan bahwa seluruh material utama yang digunakan, mulai dari baja khusus, bahan isolasi, hingga material superkonduktor telah diproduksi sepenuhnya di dalam negeri.
"Semua material khusus, bahan isolasi, dan material superkonduktor yang digunakan pada magnet ini berasal dari produksi domestik," ujarnya menandai capaian 100 persen lokalisasi.
Dari sisi kapasitas teknis, sistem magnet ini disebut melampaui proyek internasional seperti International Thermonuclear Experimental Reactor (ITER). Data menunjukkan desain Tiongkok memiliki volume 1,3 kali lebih besar serta kapasitas penyimpanan energi tiga kali lebih tinggi, menjadikannya salah satu sistem magnet fusi terbesar yang pernah dibangun.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Malaysia vs Vietnam: Superkomputer Jagokan The Golden Star Warriors
Soal Penolakan Pembangunan Gereja di Citraland, Wali Kota Eri: Tidak Sesuai Site Plan
Prediksi Skor Singapura vs Thailand: Ilhan Fandi Jadi Ancaman, Tuan Rumah Bisa Bikin Kejutan
Persebaya Surabaya Siapkan Penyerang Pengganti Alex Martins di Super League
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Prediksi Skor Sabah FC vs Persib Bandung: Pangeran Biru Bidik Puncak Dewata Challenge Series 2026
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Kasus Penjahit Rasis Bali Kembali Diperbincangkan, Diduga Ada Intimidasi Saat Audiensi
