
Sebuah proyektil ditembakkan selama apa yang dikatakan Komando Pusat AS (CENTCOM) sebagai serangan putaran ketiga pekan ini terhadap Iran, dalam tangkapan layar ini diambil dari video selebaran yang dirilis pada 11 Juli 2026. (Iran International).
JawaPos.com - Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat kembali meningkat drastis setelah muncul harapan perdamaian. Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) mengklaim telah melancarkan serangan terhadap sejumlah target yang berkaitan dengan militer AS di lima negara Teluk pada Minggu (12/7) waktus setempat sebagai balasan atas serangan Washington terhadap Iran.
Serangan yang diklaim dilakukan Iran disebut menyasar fasilitas militer dan logistik AS di Yordania, Qatar, Kuwait, Bahrain, dan Oman. Klaim tersebut disampaikan kantor berita Tasnim yang berafiliasi dengan IRGC, di tengah memanasnya konflik setelah saling serang antara kedua negara dalam beberapa hari terakhir.
Secara terpisah, IRGC juga menyatakan pada Minggu bahwa mereka menyerang fasilitas logistik angkatan laut Amerika Serikat serta platform pengisian bahan bakar kapal induk di Pelabuhan Duqm, Oman. Serangan itu disebut sebagai aksi balasan langsung atas operasi militer AS terhadap Iran.
Eskalasi tersebut terjadi hanya sehari setelah Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) mengumumkan telah melancarkan gelombang ketiga serangan terhadap Iran dalam sepekan. Washington menuduh IRGC berada di balik serangan terhadap kapal kontainer berbendera Siprus M/V GFS Galaxy yang sedang melintas di Selat Hormuz.
Di tengah meningkatnya konfrontasi militer, Presiden Amerika Serikat Donald Trump dilaporkan masih membuka peluang penyelesaian melalui jalur diplomatik.
Menurut laporan Associated Press yang mengutip sejumlah pejabat AS, Trump memberikan waktu terbatas kepada tim perunding Amerika untuk mencapai kesepakatan dengan Iran. Para pejabat tersebut mengatakan bahwa Trump telah menyiapkan berbagai opsi apabila perundingan gagal membuahkan hasil.
Sementara itu, Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei kembali menegaskan sikap keras Teheran menyusul tewasnya sang ayah dalam serangan udara pada 28 Februari lalu.
Dalam pesannya sehari sebelumnya, Mojtaba Khamenei menyebut bahwa pembalasan atas kematian ayahnya merupakan 'tuntutan nasional'.
"Pembalasan itu adalah tuntutan nasional dan pasti akan dilakukan," tegas Mojtaba Khamenei.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Netty Pergi, Jenderal Ditangkap: Ketika Riset Doktoral Membaca Kerusakan Polri dari Dalam
7 Kebiasaan Masa Kecil yang Berpengaruh Pada Kesuksesan Anak di Masa Depan
Herri Pras Akhirnya Minta Maaf Usai Digeruduk Petarung MMA karena Hina UAH dan UAS
Profil Yudi Cahyadi, Atlet MMA yang Tantang Duel Herri Pras Usai Singgung UAS dan UAH
Mahasiswa Trisakti Geruduk Kantor Setneg Siang Ini, Tagih Janji Pemerintah soal Tritura
Prediksi Skor Lillestrom SK vs Viktoria Plzen di Liga Europa: Duel Berpotensi Berjalan Terbuka
Prediksi Skor PSIM vs Dewa United di BRI Super League: Laskar Mataram Berpeluang Beri Kejutan!
Blunder Berujung Gol, Fitrah Maulana Ungkap Perasaannya Usai Persib Menang
Upaya Restorasi 325 Hektare Hutan di TNGHS untuk Jaga Habitat Macan Tutul Jawa
Prediksi Skor Lion City Sailors vs Adelaide United di ACL Two: Tuan Rumah Diunggulkan Menang Lagi

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022