
Presiden AS Donald Trump. (Charlie Neibergall/AP Photo)
JawaPos.com - Presiden Amerika Serikat Donald Trump melontarkan peringatan keras kepada Iran atas munculnya ancaman pembunuhan terhadapnya.
Ia mengklaim telah menyiapkan perintah agar militer AS melancarkan serangan dengan skala yang 'belum pernah terlihat sebelumnya' apabila Teheran benar-benar menjalankan ancaman untuk membunuhnya.
Namun, benarkah Amerika Serikat memiliki sistem yang secara otomatis melancarkan serangan balasan jika presidennya tewas?
Jawabannya adalah tidak. Konstitusi dan sistem pemerintahan AS tidak mengenal mekanisme otomatis semacam itu.
Dalam unggahan di media sosial pada Sabtu, Trump menyatakan Iran telah mengancam akan 'membunuh atau mencoba membunuh' dirinya.
Ia bahkan mengklaim sekitar 1.000 rudal telah 'terkunci dan siap diluncurkan' ke arah Republik Islam Iran, dengan ribuan rudal lain siap menyusul jika ancaman tersebut benar-benar diwujudkan.
Meski demikian, para pakar menegaskan tidak ada mekanisme "dead man's switch" atau sistem balas dendam otomatis dalam struktur militer maupun pemerintahan Amerika Serikat.
Jika seorang presiden AS meninggal dunia akibat pembunuhan atau serangan, proses pengambilalihan kekuasaan diatur oleh Amendemen ke-25 Konstitusi AS dan Presidential Succession Act 1947.
Artinya, apabila Trump terbunuh, Wakil Presiden JD Vance secara otomatis akan menjadi presiden sekaligus panglima tertinggi angkatan bersenjata.
Keputusan untuk membalas serangan sepenuhnya berada di tangan Vance, bukan berdasarkan perintah otomatis yang telah diprogram sebelumnya.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Profil Yudi Cahyadi, Atlet MMA yang Tantang Duel Herri Pras Usai Singgung UAS dan UAH
Profil Herri Pras yang Kritik UAS dan UAH, Pendiri PSGI yang Ditantang Duel Atlet MMA
7 Kebiasaan Masa Kecil yang Berpengaruh Pada Kesuksesan Anak di Masa Depan
Herri Pras Beberkan Kronologi Digerebek Petarung MMA: Ditendang dan Didengkul Ulu Hati
Marco Bezzecchi Tuai Kritik Usai Kesalahan di Sepang Memperburuk Peluang Juara Dunia
Kembali Lakukan Mutasi, Kapolri Suyudi Ganti 264 Pati dan Pamen Polri
Prediksi Susunan Pemain Atletico Madrid vs Bayern Munchen: Alex Baena Ingin Tim Tamu Kesulitan
Prediksi Galatasaray vs Stuttgart: Tuan Rumah Punya Modal Bagus,tetapi Tim Tamu Siap Beri Perlawanan
Prediksi Skor Jeonbuk Motors vs Johor Darul Takzim FC, Duel Ketat di AFC Champions League Elite
Usai Digeruduk Rombongan Petarung MMA, Herri Pras Sempat Dievakuasi di Polsek Gunung Putri

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022