Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 14 Juli 2026 | 17.57 WIB

Houthi Serang Arab Saudi Lagi, Gencatan Senjata 4 Tahun di Ambang Runtuh usai Bandara Sanaa Dibombardir

Asap naik setelah serangan udara menghantam Bandara Internasional Sanaa, seperti yang terlihat dari Sanaa, Yaman, 13 Juli 2026. (REUTERS/Khaled Abdullah). - Image

Asap naik setelah serangan udara menghantam Bandara Internasional Sanaa, seperti yang terlihat dari Sanaa, Yaman, 13 Juli 2026. (REUTERS/Khaled Abdullah).

JawaPos.com - Konflik di Semenanjung Arab kembali memanas. Kelompok Houthi Yaman meluncurkan serangan rudal ke wilayah Arab Saudi pada Senin setelah menuduh Riyadh membombardir Bandara Internasional Sanaa yang berada di bawah kendali mereka.

Serangan ini menjadi yang pertama diklaim Houthi terhadap Arab Saudi sejak gencatan senjata informal diberlakukan pada Maret 2022.

Arab Saudi menyatakan berhasil menggagalkan serangan tersebut. Juru bicara koalisi militer pimpinan Arab Saudi mengatakan sistem pertahanan udara telah mencegat rudal yang ditembakkan Houthi ke wilayah selatan kerajaan.

"Rudal yang diluncurkan milisi teroris Houthi menuju wilayah selatan telah berhasil dicegat," kata juru bicara koalisi militer Arab Saudi melalui platform X.

Di sisi lain, juru bicara militer Houthi Yahya Saree mengkonfirmasi pihaknya memang meluncurkan serangan yang menyasar Bandara Internasional Abha di Provinsi Asir, Arab Saudi. Kota tersebut merupakan destinasi favorit warga Saudi saat musim panas karena berada di kawasan pegunungan dekat perbatasan Yaman.

Seperti diberitakan sebelumnya, Houthi menyatakan serangan rudal dilakukan sebagai respons atas serangan udara yang menghantam Bandara Internasional Sanaa pada hari yang sama. Kelompok yang menguasai sebagian besar wilayah utara Yaman itu menuding Arab Saudi melakukan 'agresi terang-terangan' dan menyatakan masa deeskalasi konflik telah berakhir.

Mereka juga memperingatkan maskapai penerbangan agar tidak melintasi wilayah udara Arab Saudi hingga apa yang mereka sebut sebagai 'pengepungan' terhadap Bandara Sanaa dicabut.

Namun, serangan ke Bandara Sanaa justru diklaim dilakukan oleh pemerintah Yaman yang diakui secara internasional, bukan oleh Arab Saudi secara langsung. Pemerintah Yaman mendapat dukungan kuat dari Riyadh dan sebagian besar pejabatnya kini bermarkas di Arab Saudi.

Sebagai informasi, Yaman sendiri telah dilanda perang saudara selama lebih dari satu dekade sejak Houthi merebut ibu kota Sanaa dan memaksa pemerintah yang diakui secara internasional pindah ke wilayah selatan.

Editor: Kuswandi
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore