
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan Presiden AS Donald Trump. (Sebastian Scheiner/AP)
JawaPos.com - Penolakan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu terhadap rencana perdamaian 15 poin yang didukung Amerika Serikat mulai mengguncang kepercayaan sejumlah sekutu Washington terhadap kemampuan Presiden Donald Trump mengendalikan situasi di Timur Tengah.
Sejumlah diplomat dan pihak yang memahami strategi AS di kawasan menilai sikap Netanyahu menunjukkan Washington mungkin tidak memiliki pengaruh yang cukup, atau tidak bersedia menggunakannya untuk memastikan kesepakatan Gaza berjalan.
Kondisi itu bukan hanya mengancam masa depan rencana perdamaian Gaza, tetapi juga berpotensi memperlemah posisi Trump dalam berbagai upaya diplomasi di Timur Tengah, termasuk konflik Iran serta ketegangan antara Israel dan Hizbullah di Lebanon.
Netanyahu sebelumnya secara terbuka menolak peta jalan yang didukung Gedung Putih pada Minggu. Ia menegaskan Israel menginginkan Hamas benar-benar melucuti senjata sebelum pasukan Israel bersedia menarik diri dari Gaza.
Sikap tersebut menjadi tantangan serius bagi Board of Peace, sebuah inisiatif beranggotakan 27 negara yang dibentuk sebagai bagian dari kesepakatan Trump untuk mengakhiri perang antara Israel dan Hamas.
Seorang diplomat Arab yang memahami kebijakan AS di Timur Tengah menilai penolakan Netanyahu dapat membawa konsekuensi panjang terhadap stabilitas kawasan.
"Penolakan Netanyahu terhadap rencana perdamaian membawa implikasi signifikan bagi stabilitas regional jangka panjang dan keamanan Israel," kata seorang diplomat Arab yang akrab dengan kebijakan AS di Timur Tengah.
"Presiden Trump adalah satu-satunya yang memiliki potensi untuk mempengaruhi situasi ini, karena ia dapat berusaha menegaskan kembali relevansi politiknya dengan menekan Netanyahu untuk mempertimbangkan kembali posisinya," katanya dilansir dari Politico.
Menurut diplomat tersebut, Trump masih menjadi satu-satunya tokoh yang dinilai memiliki potensi untuk memengaruhi Netanyahu. Namun, Washington harus menunjukkan kemauan politik untuk menekan pemerintah Israel.
Ia juga memperingatkan bahwa negara-negara Arab dan regional kini menghadapi posisi yang semakin sulit.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Moldova vs Kepulauan Faroe: Landsliðið Unggul Tipis dari Tuan Rumah
Gelar Pertemuan, BEM UI, SEMA UGM, dan KM ITB Sepakat Gelar Aksi Besar dalam Waktu Dekat
Prediksi Skor Slovenia vs Makedonia Utara di Liga Nations UEFA: Fantje Kalahkan Tim Tamu
Prediksi Skor Skotlandia vs Swiss di Liga Nations UEFA: Nati Kalahkan Tuan Rumah dengan Skor Telak
Prediksi Skor Skor Lithuania vs Andorra, Laga Persahabatan: Tuan Rumah Berpeluang Menang
Prediksi Skor San Marino vs Albania di Liga Nations UEFA: Kuq e Zinjte Menang Telak di Dogana
Prediksi Skor Filipina vs Pakistan di FIFA ASEAN Cup: The Azkals Menang Tipis Atas The Shaheens
Prediksi Skor Jamaika vs Honduras di CONCACAF Nations League: Reggae Boyz Menang Meyakinkan?
Prediksi Skor Moldova vs Kepulauan Faroe: Tuan Rumah Dibayangi Rapuhnya Lini Pertahanan
Prediksi Finlandia vs Belarus di UEFA Nations League: Pohjanpalo Siap Lanjutkan Ketajaman

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022