
Ilustrasi kacamata pintar berbasis kecerdasan buatan yang diproyeksikan menjadi perangkat komputasi generasi berikutnya / Foto: (Fortune)
JawaPos.com — Perlombaan teknologi untuk menentukan perangkat setelah ponsel kini mengarah ke wajah pengguna. Meta, Apple, Samsung, Google, dan OpenAI berpacu mengembangkan perangkat berbasis kecerdasan buatan (AI) seharga USD 200–500 atau sekitar Rp3,57 juta–Rp8,92 juta dengan kurs Rp17.830 per dolar AS.
Namun, pertaruhannya bukan sekadar teknologi, melainkan apakah publik bersedia memakai perangkat yang dapat melihat, mendengar, dan merekam lingkungan.
Dilansir dari Investing, Rabu (12/8/2026), kamera menjadi paradoks utama karena sekaligus menjadi daya tarik dan risiko terbesar kacamata pintar. Apple bahkan mempertimbangkan N50 tanpa kamera, atau kamera yang hanya menganalisis lingkungan melalui AI tanpa merekam. Dengan demikian, privasi mulai menjadi pembeda strategis dalam persaingan perangkat.
Sementara itu, Meta mengambil langkah lebih agresif melalui kacamata pintar seharga USD300 yang dilengkapi fitur Conversation Focus untuk memperjelas suara di tempat bising. Fitur ini sempat direncanakan gratis untuk 3 jam pertama per bulan, sedangkan kuota hingga 15 jam dipatok USD 19,99 (sekitar Rp356.000) per bulan.
Namun, rencana langganan tersebut ditangguhkan akibat kritik dari pengguna. Zuckerberg bahkan mengklaim secara sarkastik bahwa orang yang tidak menggunakan kacamata AI dapat mengalami "kerugian kognitif".
Di sisi lain, Samsung dan Google menyiapkan kacamata pintar bersama Gentle Monster dan Warby Parker yang dijadwalkan rilis pada akhir 2026 (atau: sekitar September–November 2026).
Gemini akan menjawab pertanyaan berdasarkan apa yang dilihat pengguna, memberi petunjuk arah, menerjemahkan teks, mengirim pesan, serta mengambil foto dan video. Lewat langkah ini, Google dan Samsung berupaya memindahkan fungsi asisten AI dari layar ponsel langsung ke ruang aktivitas pengguna.
Berbeda dari para pesaingnya, Apple justru mengambil pendekatan lebih tertutup. Kacamata pintar berkode N50 dilaporkan baru akan diperkenalkan pada Juni 2027 dan dipasarkan di akhir tahun tersebut.
Generasi awalnya dirancang tanpa layar dan sepenuhnya mengandalkan Siri, bahkan penambahan kamera masih dipertimbangkan untuk dihilangkan atau dibatasi. Ketika ditanya mengenai kacamata tersebut, CEO Tim Cook hanya menjawab, “Saya tidak bisa mengatakan. Kapal tidak boleh bocor dari atas.”
Adapun OpenAI bersama Jony Ive mengembangkan perangkat suara berkamera tanpa layar seharga USD200–300 serta ponsel berbasis agen AI. Ponsel tersebut dilaporkan memakai cip MediaTek Dimensity 9600 buatan TSMC dengan dua pemroses AI khusus. Karena itu, persaingan pasca-ponsel turut membuka ruang bagi produsen cip, sensor, baterai, dan komponen lain.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Persela Lamongan vs Deltras: Duel Sengit Dua Tim Teratas Grup B Championship
Prediksi Skor PSS Sleman vs PSM Makassar: Super Elang Jawa Berambisi Raih Kemenangan Pertama
Prediksi Skor Arema FC vs Bhayangkara FC: Berpeluang Imbang di Kanjuruhan
Prediksi Skor Feyenoord vs AZ Alkmaar: Sama-Sama Produktif, Laga Berpotensi Imbang
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Surabaya Panas! Keringat Penjahit, Kipas Angin Laris, dan Tagihan Listrik Bengkak
Prediksi Skor Barcelona vs Getafe di Liga Spanyol: Blaugrana Pesta Gol di Camp Nou
Prediksi Susunan Pemain Como vs AS Roma: Fabregas Siapkan Taktik Subbuteo
Prediksi Skor Racing Santander vs Valencia: Los Che Terdesak, Hasil Imbang Jadi Skenario Realistis
Prediksi Skor Rayo Vallecano vs Athletic Bilbao di Liga Spanyol: Emil Audero Incar Poin di Kandang

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022