Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 20 Agustus 2026 | 17.46 WIB

Tambang Emas Runtuh di Afrika Tengah, Lebih dari 100 Orang Tewas

Tambang emas di Republik Afrika Tengah runtuh dan menewaskan lebih dari 100 orang. (Al-Jazeera) - Image

Tambang emas di Republik Afrika Tengah runtuh dan menewaskan lebih dari 100 orang. (Al-Jazeera)

JawaPos.com - Lebih dari 100 orang tewas setelah tambang emas tradisional runtuh di Zamboye, Republik Afrika Tengah (CAR), dekat perbatasan Kamerun. Jumlah korban diperkirakan masih bertambah karena sejumlah penambang diduga tertimbun reruntuhan.

Peristiwa itu terjadi pada Selasa (18/8) waktu setempat di Desa Zamboye, sekitar 50 kilometer dari Baboua, Republik Afrika Tengah, dan hanya beberapa kilometer dari Garoua-Boulai di wilayah timur Kamerun. Operasi pencarian dan penyelamatan masih berlangsung di lokasi.

Gervais Ganagoroh, relawan Palang Merah yang terlibat dalam upaya penanganan korban, mengatakan lebih dari 100 jenazah telah ditemukan dari lokasi tambang yang ambruk.

Dilansir via Al-Jazeera, seorang pejabat senior asosiasi pertambangan setempat juga mengkonfirmasi kepada Reuters bahwa sedikitnya 100 orang kehilangan nyawa. Jumlah tersebut turut dikonfirmasi sejumlah sumber lokal kepada AFP.

Namun, angka korban belum final. Pejabat kota Bertrand Be Yangue mengatakan masih ada orang yang hilang atau terjebak di bawah timbunan tanah dan bebatuan.

"Menemukan mereka hidup-hidup akan menjadi sebuah keajaiban. Kami sedih dan patah hati melihat pria dan wanita muda binasa setelah datang ke tambang untuk menyelamatkan keluarga mereka dari keputusasaan," kata Yangue.

Besarnya korban jiwa membuat tragedi ini kembali menyoroti bahaya pertambangan emas skala kecil di Republik Afrika Tengah. Banyak penambang bekerja di lokasi yang berada di luar pengawasan pemerintah dengan perlindungan keselamatan yang terbatas.

Souleymane Bi, wakil wali kota Prefektur Nana-Mambere, menggambarkan kejadian tersebut sebagai bencana besar. "Ini mengerikan ... Dan kami meminta bantuan dari organisasi dan semua orang yang berniat baik untuk membantu," ujarnya.

Jaksa Baboua menyebut longsor diduga dipicu oleh runtuhnya beberapa terowongan bawah tanah yang tengah digunakan para penambang. Pemerintah kemudian membuka penyelidikan untuk mengetahui penyebab pasti kecelakaan.

"Pada tahap ini, sulit bagi kita untuk menetapkan tol formal," kata pejabat lokal Baboua, Laurent Ngon Baba, kepada AFP sebelum jumlah korban terkonfirmasi melewati 100 orang.

Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore