
BRICS mendorong pengembangan konstelasi satelit bersama untuk berbagi data pengamatan bumi sekaligus mengurangi sampah antariksa / Foto: (Business Standard)
JawaPos.com — Negara-negara BRICS mulai mengarahkan kerja sama antariksa ke model yang lebih terintegrasi melalui pembangunan konstelasi satelit penginderaan jauh bersama. Inisiatif ini berpotensi mengubah cara negara-negara Global South mengakses data bumi, sekaligus mengurangi kebutuhan setiap negara untuk menempatkan konstelasi satelitnya sendiri di orbit.
Sistem yang diusulkan melalui BRICS Remote Sensing Satellite Constellation (RSSC) akan menghubungkan satelit pengamatan bumi dengan infrastruktur darat untuk melakukan observasi secara terkoordinasi dan berbagi data. Model tersebut dirancang agar akses terhadap informasi satelit lebih terjangkau dan dapat menjadi versi BRICS dari Copernicus, program observasi bumi milik Uni Eropa.
Dilansir dari Business Standard, Senin (14/9/2026), pakar menilai RSSC dapat berkembang menjadi sistem satelit bersama jika negara anggota menerapkan skema berbagi risiko dan pendapatan. Sudheer Kumar N, mantan pejabat Organisasi Penelitian Antariksa India (ISRO) yang kini bekerja di XDLINX Space Labs, mengatakan, “Konstelasi bersama tidak hanya dapat mengoptimalkan sumber daya, tetapi juga mengurangi sampah antariksa. Jika setiap negara menempatkan konstelasinya sendiri di orbit, ruang angkasa justru akan semakin padat.”
Menurut Kumar, model tersebut sekaligus dapat menurunkan biaya penggunaan data satelit. “Jika sekelompok negara yang bersahabat berkolaborasi dengan berbagi risiko dan pendapatan, biaya data juga akan turun,” ujarnya.
Dorongan itu muncul ketika BRICS memperluas pembahasan mengenai ruang angkasa dari pemanfaatan teknologi menjadi persoalan keberlanjutan dan keamanan. Dalam New Delhi Declaration 2026, para pemimpin blok mengapresiasi capaian RSSC dalam memanfaatkan teknologi antariksa untuk menghadapi tantangan global dan mendukung pembangunan sosial-ekonomi. Mereka juga mendukung penggunaan sistem, ilmu pengetahuan, dan teknologi antariksa untuk tujuan damai.
Beberapa bulan sebelumnya, India mendorong “BRICS Space Economy” untuk membuka peluang inovasi, investasi, kewirausahaan, dan pembangunan berkelanjutan di sektor antariksa. Karena itu, peran New Delhi dalam RSSC dinilai strategis, terlebih setelah pertemuan kepala badan antariksa BRICS di Bengaluru menekankan mitigasi sampah antariksa.
Sreeram Ananthasayanam, Partner DigiGov and SpaceTech Deloitte South Asia, mengatakan, “India dapat membangun sistem pengamatan bumi bagi Global South seperti yang dilakukan Copernicus bagi Eropa.” RSSC diharapkan dapat menyediakan data pengamatan bumi secara bersama untuk kebutuhan negara-negara Global South.
Menurut Ananthasayanam, manfaat sistem tersebut tidak harus berhenti pada negara anggota. “Konstelasi bersama yang datanya digunakan untuk peringatan banjir di Bangladesh dan pemantauan kekeringan di Sahel sebagaimana digunakan negara anggotanya sendiri bukanlah aset strategis untuk satu blok. Ini merupakan wujud nyata pemanfaatan ruang angkasa sebagai kepentingan bersama.”
Karena itu, agenda RSSC berjalan beriringan dengan pembahasan keamanan antariksa. BRICS kembali menyatakan dukungan terhadap keberlanjutan jangka panjang aktivitas luar angkasa, pencegahan perlombaan senjata dan persenjataan di orbit, serta negosiasi instrumen hukum multilateral untuk mencegah ancaman atau penggunaan kekuatan terhadap objek antariksa.
Di sisi industri, Direktur Jenderal Indian Space Association Letjen (Purn) AK Bhatt mengatakan, “Dengan meningkatnya frekuensi peluncuran komersial India, keberlanjutan aset di orbit harus menjadi prioritas bersama, bukan sesuatu yang dipikirkan belakangan. Inilah jenis platform multilateral yang dibutuhkan perusahaan antariksa India ketika mereka berkembang secara global.”
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Ultah Ariel NOAH ke-45 Dirayakan Bareng Wulan Guritno, Ada Pelukan hingga Candaan Duda-Janda
Prediksi Skor Fiorentina vs Napoli: Peluang I Partenopei Petik 3 Poin di Stadion Artemio Franchi
Ariel NOAH 18 Tahun Menduda, Dekat dengan Wulan Guritno di Ultah ke-45
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Real Betis di Liga Spanyol: Los Verdiblancos Menang Lagi
Prediksi Skor Getafe vs Malaga di Liga Spanyol: Azulones Libas Perlawanan Tim Tamu
Prediksi Skor Villarreal vs Levante di Liga Spanyol: Kapal Selam Kuning Libas Tim Tamu
Prediksi Skor Schalke 04 vs Elversberg di Liga Jerman: Duel Tim Papan Tengah Rawan Imbang
Prediksi Skor Parma vs Genoa di Liga Italia: Duel Tim Papan Bawah Berakhir Imbang
Prediksi Skor FC Twente vs PSV Eindhoven: Pemuncak Klasemen Berpeluang Pesta Gol

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022