
Tim gabungan melakukan pemadaman Karhutla Bromo di kawasan Jemplang dengan menggunakan tangki air pemadam kebakaran. (BPBD Jatim)
JawaPos.com - Penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia kembali menjadi perhatian banyak media asing setelah kabut asap lintas negara mengganggu aktivitas masyarakat Malaysia dan Singapura.
Penutupan sekolah di sejumlah wilayah dan desakan agar perusahaan yang diduga terkait kebakaran dimintai pertanggungjawaban memperlihatkan dampak karhutla yang melampaui batas negara.
Laporan media asing menyoroti bagaimana kebakaran di Indonesia kembali memicu persoalan regional, meskipun berbagai upaya kerja sama untuk mengatasi kabut asap telah dilakukan selama bertahun-tahun.
Tekanan kini tidak hanya tertuju pada pemerintah Indonesia, tetapi juga pada negara tetangga yang memiliki perusahaan dengan dugaan keterkaitan terhadap titik panas kebakaran di Kalimantan.
Baca Juga:Pertamina Dukung Bank Sampah Desa Kuta, Pengelolaan Sampah Kawasan Wisata Mandalika Lebih Optimal
Sementara itu, mengutip SCMP, Greenpeace dan Pantau Gambut sebelumnya mengungkap dugaan hubungan antara kepentingan perusahaan Malaysia dan Singapura dengan sejumlah titik panas di Kalimantan.
Temuan tersebut kemudian mendorong kelompok masyarakat sipil Malaysia mendesak pemerintahnya memperkuat instrumen hukum untuk menyelidiki perusahaan yang aktivitasnya di luar negeri diduga berkontribusi terhadap pencemaran udara.
Persoalan ini berpotensi memperbesar ketegangan antara Indonesia dan negara tetangga, terutama jika penegakan hukum lintas negara dipandang menyentuh yurisdiksi Indonesia.
Dampak kabut asap kembali dirasakan masyarakat Malaysia. Pada Kamis (8/10), pemerintah negara tersebut memerintahkan penutupan sekolah di sejumlah wilayah, meliputi Johor, Malaka, Negeri Sembilan, Kuala Lumpur, Putrajaya, serta Distrik Rompin di Pahang.
Sejumlah kegiatan olahraga yang dijadwalkan berlangsung pada akhir pekan juga dibatalkan. Situasi tersebut menegaskan bahwa kabut asap lintas negara bukan sekadar persoalan kualitas lingkungan, melainkan juga mengganggu pendidikan, aktivitas masyarakat, dan kesehatan publik.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Brighton vs Crystal Palace di Liga Inggris: The Seagulls Kunci Kemenangan di Derby M23
Prediksi Skor Persebaya vs PSS Sleman: Green Force Diunggulkan, Elang Jawa Tak Bisa Diremehkan
Prediksi Skor Persib vs Persik di Super League: Pangeran Biru Susah Payah Jinakkan Macan Putih
Prediksi Skor Lyon vs Nice: Les Gones Buru Kemenangan demi Melesat ke 3 Besar Klasemen Ligue 1
Celios Benarkan Akuisisi Saham BYAN Salah Satu Sebab Pasar Saham RI Terancam Downgrade
Francisco Rivera dan Matheus Lagoa Absen, Persebaya Surabaya Tetap Pede Pecundangi PSS Sleman
Prediksi Skor Juventus vs Lazio: Biancocelesti Bakal Merepotkan Tuan Rumah di Allianz Stadium
Prediksi Skor Nottingham Forest vs Arsenal: Ujian Ketajaman Lini Serang Skuad Mikel Arteta
Prediksi Skor Persib Bandung vs Persik Kediri: Marcos Reina Tak Mau Anggap Remeh
Prediksi Skor Leeds United vs Manchester United: Lisandro Martinez Sulit Masuk Starter

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022